“Mas kan tahu aku bakal kesini pagi ini,” omel Tiara kesal. “Malahan Mas sendiri yang nitip beliin ini. Bilangnya udah lama gak pernah makan bubur ini!”Telunjuk Tiara menunjuk bubur di dalam mangkuk dengan ketukan berulang. Bibirnya mencebik, jengkel setengah mati melihat ekspresi Prana yang terlewat santai dan tenang tanpa dosa.“Mas lupa. Semalam pulang kerja, Shanum udah ada di depan apartemen, abis itu—” Prana melipat bibirnya, mendadak menghentikan kalimatnya tepat di tengah-tengah.“Abis itu apa?” sewot Tiara, matanya melotot lebar. “Terusin! Abis itu kalian ngapain?!”“Kamu gak perlu tahu,” jawab Prana enteng, mengibas-ngibaskan tangannya di udara. “Buruan makan buburnya, keburu dingin.”“Gak perlu di jelasin juga aku udah tahu, Mas!” Sikap tenang pria itu justru membuat emosi Tiara semakin tersulut. “Bisa-bisanya Mas ngelakuin itu—”“Ya udah iya, Mas minta maaf udah gak ngabarin kamu,” potong Prana cepat sebelum Tiara membahas hal lain yang makin melantur ke mana-mana.“Aku a
Read more