"Mas, gimana ini?" tanya Shanum panik. "Mertuaku bisa membunuhku jika tahu kita di sini."Prana segera melepaskan dekapannya, lalu menangkup kedua pipi Shanum dengan telapak tangan yang hangat. Ia memaksa wanita itu untuk menatap matanya secara langsung."Shanum, lihat aku. Tenang," bisiknya rendah, mencoba mengalirkan ketenangan.Shanum menggeleng lemah dengan bibir bergetar hebat. Air mata sudah menggenang di pelupuk mata, siap tumpah kapan saja. Membayangkan wajah mertuanya yang kaku dan penuh penghakiman sudah berdiri tepat di depan pintu gudang ini."Mas, aku nggak bisa... aku takut. Kalau dia tahu…"Melihat Shanum yang nyaris hancur karena serangan panik, Prana menarik napas panjang. Ia mendaratkan kecupan lembut yang cukup lama di kening Shanum, kemudian mendekap kepala wanita itu ke dadanya. Ia ingin menyalurkan seluruh kekuatannya agar Shanum tak ambruk saat itu juga."Dengarkan aku, Shanum. Tarik napas. Selama pintu ini terkunci, dia tidak akan tahu apa yang kita lakukan di s
Magbasa pa