Prana membenamkan wajahnya di antara ceruk leher dan bahu Shanum, mencium dan menghisap leher Shanum. Tangan Prana yang besar bergerak perlahan, mengusap leher, turun ke bahu, hingga menjelajahi lekukan tubuh lain.“Dalam mimpimu, apa aku melakukan ini?” tanya Prana penuh godaan. Bibirnya menyapu lembut daun telinga Shanum, membuat napas wanita itu semakin pendek.Shanum mendongak, menyandarkan kepalanya di bahu Prana sambil meremas kemeja hitam pria itu.“Lebih dari itu, Mas... Tapi dalam mimpi, kamu tak banyak bertanya seperti ini,” bisik Shanum pelan, sedikit serak karena hasrat yang mulai memuncak.Prana terkekeh, getaran di dadanya terasa langsung di kulit Shanum.“Kalau begitu, aku akan mengabulkan sisanya. Aku sudah berjanji mewujudkan mimpimu, karena aku tak akan membiarkanmu berakhir dengan rasa penasaran.”Tangan Prana turun ke pinggang Shanum, mengangkat tubuh wanita itu sedikit lebih tinggi agar posisi mereka sejajar. Ia menatap lekat kedua mata Shanum yang kini tampak ber
Magbasa pa