"Semoga, ya malam ini lebih cantik dari malam kemarin," nyanyi Freya memancing Lucas menolehnya. "Saya suka liriknya," lanjutnya pada Lucas. "Perasaan semua lagu yang saya putar kamu bilang suka," balas Lucas sinis. "Mungkin karena selera musik kita sama, Pak," sahut Freya sekenanya, enggan berdebat. "Iya, jadi kamu gampang ngatain saya setan lagi," desah Lucas terpancing. Freya tak menjawab, ia justru memainkan bibirnya mengusir kecanggungan yang menyergap saat pesona Lucas yang hanya sedang menyetir itu hampir membutakan matanya. Lucas memang tak pernah mengecewakan, apalagi tampilan visualnya yang menyilaukan. Pahatan sempurna tangan Tuhan di wajah Lucas sulit ditepis pesonanya oleh Freya. "Di mana motel yang ka─" Lucas menyungging senyum mahalnya, kalimatnya terjeda, seulas senyum paling tulus yang ia beri di depan Freya untuk pertama kalinya. Sementara Freya sudah terbawa mimpi, tertidur dengan nyaman di kursi penumpang milik dosen tampannya. Bagaimana mungkin Lucas tega m
Last Updated : 2026-04-17 Read more