Share

Bab 20. Rain On Me

Author: Sayap Ikarus
last update publish date: 2026-04-18 10:33:23

"Akk!!"

Lucas yang tengah asyik menikmati rokoknya di teras depan tersentak mendengar teriakan Freya. Dibuangnya sisa rokok yang masih setengah itu, lantas ia berlari ke kamar mandi.

"Kenapa?" tanya Lucas masuk begitu saja.

Sesaat suasana canggung kembali merebak. Freya jatuh terduduk di lantai kamar mandi. Dari pinggang hingga ke lututnya terbalut handuk. Sementara kemeja miliknya basah oleh air dari shower yang sudah menyala.

Tersadar, Lucas segera mematikan shower air. Ia berjongkok di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 161. Semua Untuk Freya

    Beberapa kali Lucas menggaruk kepalanya bingung. Ia khawatir pada kondisi Freya, benar-benar merasa bahwa dirinyalah penyebab nyeri yang tengah Freya hadapi. Gadisnya itu bahkan mengurung diri di kamar, tak mau Lucas menungguinya. "Apa gue keterlaluan kasar kemaren ya?" gumam Lucas mengingat kejadian sakral saat keduanya menyatukan cinta. "Eh, gue udah pelan, nggak mungkin," ujarnya lagi mencoba menepis kegundahannya sendiri. Tak tega, Lucas mencoba mengintip ke dalam kamarnya. Freya masih meringkuk di sana. Kadang ia mengganti posisi, mencari gaya yang nyaman agar rasa sakit yang menderanya tak semakin terasa. Tiba-tiba Lucas teringat saran dari si penjaga minimarket. Ia bergegas ke dapur, mencari gula merah di rak bumbu. Untungnya, Freya sengaja menyiapkan persediaan bumbu dapur yang lengkap. Ini adalah pertama kalinya untuk Lucas. Ia tak pernah memasak di dapur. Untuk merebus air saja, ia menggunakan penggorengan berbahan granit impor dari Jerman, seadanya. "Mencetak sejarah ni

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 160. Siaga Satu

    "Ya udah, ntar tanya sama Mbak yang jaga aja," lanjut Freya tak sabar. "Buru! Keburu keluar lebih banyak nih!" perintahnya. "Pake aja sabut kelapa dulu, apa sterofoam bekas kulkas itu!" ledek Lucas kurang ajar. "Tega begitu?!" pekik Freya kesal, emosinya saat sedang dalam periode menstruasi pasti naik-turun. Lucas belum menyadarinya. Lucas bergegas pergi. Mobilnya masih terparkir di depan gerbang utama, jadi ia bisa kabur lebih cepat. Meskipun minimarket yang dimaksud Freya cukup dekat dan hanya berjarak setengah kilometer saja dari rumah, Lucas merasa perlu memakai mobil untuk menjangkaunya. Sebenarnya ada sepeda yang biasanya dipakai Freya untuk keluar ke minimarket yang sama, tapi Lucas tak ingin ambil risiko. Jika ia ketahuan membawa pembalut dalam kantong plastik yang biasanya transparan itu, harga dirinya pasti akan jatuh. "Biar tetep keren," gumam Lucas sambil mengenakan kaca mata hitamnya saat turun dari mobil. "Berasa mau ujian tesis begini cuma masuk minimarket doang!" s

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 159. Mengerjai Tuan Muda

    "Apa nih?" tanya Freya saat Lucas menyerahkan kartu ATM lain yang pasti berisi uang jutaan."Buat belanja kan?" ucap Lucas polos. "Mas!" Freya mendesah sabar, "kita belanja di pasar, transaksinya pake uang cash. Aku udah bawa 200 ribu, nggak perlu pake ATM, Sayang," gemasnya. "Oh, aku kira penjualnya udah pake mesin EDC.""Kamu kira di supermarket!" sungut Freya. "Ya kali," Lucas membuat alibi dengan mengitarkan pandangannya. Pasar tradisional adalah tantangan bagi Lucas karena sejatinya ia membenci kotor. Beruntung, pasar pagi yang mereka kunjungi cukup terjaga kerapian dan kebersihannya. Jadi, Lucas cukup menikmati adegan ketika Freya menawar dengan lihainya tanpa perlu takut kotor. Beberapa pedagang bahkan ikut menawarkan dagangannya pada Lucas, terpesona oleh wajah tampan yang cukup sempurna untuk menghiasi pemandangan pasar di pagi itu. "Karena kamu hobi mie kocok Bandung, kita beli daging ya, setengah kilo aja," kata Freya. "Dikit amat?""Yang makan cuma kamu. Nggak usah p

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 158. Semanis Madu

    Pagi harinya, di hari libur, Freya terbangun tanpa ada Lucas di sisinya. Padahal semalam saat Freya siap tidur, Lucas ada di sampingnya masih sibuk mengurus pekerjaan. Saat Freya keluar, tak ada tanda-tanda Lucas pergi bekerja. Baru Freya ingin menghubunginya, Lucas muncul di pintu dapur lengkap dengan baju olah raganya. "Aku kira ke mana," sambut Freya spontan. "Kenapa? Kangen?" ledek Lucas genit. Freya tertawa. Ia hanya menatap Lucas yang tengah meneguk air mineralnya tanpa berkedip. Begitu saja Lucas terlihat sangat seksi. Bagaimana bisa Freya kehilangan lelaki ini?"Rencana ke mana hari ini?" tanya Lucas setelah Freya tak memberinya tanggapan. "Paling mau ke Polsek, mau nemuin Tamara. Aku nggak mau dia jadi rusak Mas. Pokoknya aku bakalan pulangin dia ke Pangandaran," kata Freya mantap. "Kalo itu biar Bimo yang atur. Aku udah diskusi sama dia semalem. Nanti buat tiket sama akomodasinya biar disiapin semua sama dia," terang Lucas. "Mas, kamu baik banget," puji Freya reflek me

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   157. Cukup Lucas Saja

    "Jadi kamu mau sama dia?" tanya Freya memasang ekspresi galaknya. "Enggak gitu. Kaget aja, selama ini dia kan cuma foya-foya ngabisin uang suaminya. Kaget dong dia ngasih kamu sebanyak itu.""Iya, berasa aku abis ngerampok bank dapet duit segitu," kata Freya melipat kedua tangannya di depan dada, bersikap elegan, "tapi aku nggak mau makan uang dia. Mending aku kerja keras di Bhaskara ketimbang harus nerima uang dari Ondel-Ondel begitu," desisnya sombong. "Terus mau diapain uangnya?" tanya Lucas polos. "Kamu balikin deh ke dia, bilang aku ternyata terlanjur cinta banget sama hartamu, makanya uang 300 juta masih kurang buatku."Lucas tertawa lagi melihat sikap percaya diri dan sombong gadisnya yang begitu menggemaskan. Rasa rindunya pada Freya yang tertahan beberapa hari ini seolah mendapat penyejuk yang sepadan. Inilah gadis Lucas, cantik, ceria dan tak mau rugi. "Coba kamu tuker uang receh koin Frey, terus lempar ke mukanya," usul Lucas kejam. Freya berjenggit geli saat membayang

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   156. My ATM Husband

    "Awas kalian nggak dateng wajib lapor! Aku biarin kalian masuk penjara dan aku minta penjaminnya nyabut surat kuasanya. Biar aja berdua membusuk di penjara, toh enak kawin lari di penjara. Nggak perlu mikir gimana makan dan mau tidur di mana!" cerca Freya sudah tak lagi menahan dirinya. Apa yang ada di hati dan pikirannya ia muntahkan semuanya. Ia malu sebenarnya, apalagi harus melibatkan Pak Keenan sebagai kuasa hukum Lucas untuk menjamin Tamara sang adik angkat."Ih, Teteh gitu, tega sama aku," ucap Tamara memelas. "Kamu lebih tega begini sama ayah sama mamah, mikir dulu kalo mau bertindak makanya. Kalian kan ada kost, ngapain juga mesum di toilet masjid? Malu-maluin!""Kami nggak mesum, mereka aja yang nuduhnya kebangetan," ujar Iwan membela diri. "Terserah mau bener apa enggak. Yang jelas kalian udah keterlaluan bikin malunya!" sungut Freya. "Ya udah sih Teh, kan masalah udah selesai. Aku sama Iwan pergi dulu, makasih uangnya," pamit Tamara seolah tak terjadi apa-apa sebelumnya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status