Gerimis turun lagi, hanya bunyi wiper yang memecah sunyi. Freya memilih untuk menikmati pemandangan di luar mobil, jalanan cukup lengang karena turunnya hujan. "Belokan ke asrama masih satu perempatan lagi, Pak," ujar Freya merasa sopirnya salah arah. "Kita ke warnet dulu. Saya pengin ngecek cctv," kata Lucas lirih. "Apa masih ada kemungkinan untuk bisa ketemu pelakunya, Pak? Saya udah pasrah," Freya mendesah putus asa, tatapannya nanar pada rintik gerimis di luar. "Itu bukan foto asli kamu kan?""Jelas bukan!" sambar Freya cepat, "Itu diedit Pak. Jelas tubuh saya nggak kayak gitu. Bapak juga pasti bisa nilai sendiri.""Menilai?" Lucas menoleh sebentar, lalu fokus lagi menyetir. "Bapak pasti juga liat fotonya kan?" tanya Freya ragu, ia malu membahas hal seperti itu sebenarnya. Namun jika benar malam itu telah terjadi sesuatu antara dirinya dan Lucas, itu bukan lagi hal tabu, bukan?"Saya nggak mengamati," jawab Lucas sambil menelan ludahnya. Sedikit canggung membahas hal semacam
Last Updated : 2026-04-21 Read more