"Pres-Ma-Mas Lucas!" sambut Pak Dion terbata-bata, saking bingungnya harus bersikap bagaimana saat menerima kode keras dari Lucas. "Pak Dion," balas Lucas seraya melepas pelukannya di pinggang Freya dan bergegas menjabat tangan Pak Dion. "Kayak yang saya sampaikan di telepon tadi," katanya bersikap sangat sopan. Pak Dion tersenyum kikuk, ditatapnya Freya dan Lucas bergantian. Ia bingung, antara harus menghormat pada sang CEO seperti biasanya, atau mengikuti sandiwara sang bos. "Nggak perlu Pak Dion sendiri, karyawannya aja Pak. Kalau bisa yang cewek, soalnya ini kontennya sensitif banget," pinta Lucas lagi. "Oh, iya Mas," ujar Pak Dion mengangguk-angguk, "saya panggilkan orang-orangnya dulu," lanjutnya seraya bergegas mencari karyawan yang dimaksud. "Kita tunggu di sana!" tunjuk Lucas pada ruang tunggu yang dilengkapi satu set sofa, juga kulkas dengan berbagai pilihan minuman kemasan. Freya mengangguk dan mengekor di belakang Lucas. Matanya berbinar, penilaiannya terhadap
Last Updated : 2026-04-20 Read more