ホーム / Romansa / Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara / Bab 11. He's on Another Level

共有

Bab 11. He's on Another Level

作者: Sayap Ikarus
last update 公開日: 2026-04-15 16:40:52

Freya masih berusaha mengatur emosinya. Tak segera menjawab Lucas, ia ikut meneguk air mineral miliknya. Ditatapnya nanar Lucas yang juga balas menatapnya. Luka yang sama, yang dilihat Lucas malam itu. Kenapa ikut sakit saat bahkan Freya tidak bercerita apa pun padanya?

"Kalo saya jelasin, saya nggak yakin Bapak bakalan percaya juga sama saya," ucap Freya lebih tenang dari sebelumnya. Beberapa kali ia nampak menelan saliva.

"Tapi menjadi tidak tau soal masalah yang sebenernya bikin saya ada
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 253. The Toxic Family and Sharp Tongue

    "Dan untuk waktu yang kami habiskan?" tantang Bu Iin mulai tenang. "Mah!" Pak Danang menyela, ia yang sejak tadi diam merasa sikap istrinya sudah keterlaluan. "Freya bukan barang, dia anak yang kubesarkan dengan kasih sayang!" katanya. "Oh ya? Dengan kasih sayang dan dengan uang kan? Berapa banyak yang udah Ayah kirim ke dia untuk hidup di Jakarta? Kamu pikir aku nggak tau Yah? Sekarang ada yang mau ngambil tanggung jawab kamu dengan membayar semua pengorbanan kamu, itu adalah yang seharusnya dilakukan," ujar Bu Iin melawan. Meski selama ini, Pak Danang yang merawat dan menjaga Freya, Bu Iin merasa perlu meminta ganti rugi untuk itu semua. Apalagi saat Lucas menawarkan nominal yang fantastis itu. Mereka bisa kaya mendadak dan semua hinaan tetangga yang sebelumnya selalu memerahkan telinga bisa dibungkam. "Itu menjual anak sendiri namanya Mah," bantah Pak Danang terdengar kurang senang dengan sikap yang diambil Bu Iin. Pak Danang menyayangi Freya dengan tulus. "Terus kalo kamu ngg

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 252. Let Me Introduce My Little Angel to You

    "Biar saya perkenalkan diri saya secara resmi," sahut Lucas gemas juga saat Bu Iin menyerang gadisnya. Namun ia tetap berbicara dalam mode santai yang penuh kharisma, "Nama Saya Lucas Alexander Bhaskara. Mobil di luar memang saya sewa, khusus untuk akomodasi saya selama di sini. Tapi tujuan saya bukan buat gaya-gayaan. Saya sewa itu karena yang di rumah nggak bisa saya bawa. Terlalu menghabiskan waktu. Untuk ukuran seorang CEO Bhaskara Group seperti saya, waktu adalah uang. Makanya saya sengaja anter Freya dan Tamara menggunakan privat jet untuk menyingkat waktu perjalanan," sebut Lucas pamer. "CEO Bhaskara Group?" gumam Bu Iin terkesiap sementara Pak Danang tiba-tiba kehilangan suaranya. "Ya, saya," jawab Lucas benar-benar memancarkan pesonanya. "Tolong jangan hina calon istri saya seperti itu Bu. Dia kuliah dan bekerja sangat keras di Jakarta sana tanpa sepengetahuan Ibu. Jadi yang berhak untuk menilai dan menghina Freya adalah saya, saya yang tau bagaimana perjuangan dia selama d

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 251. Sambutan Tak Ramah

    "Kamu masih berhubungan sama orang itu Mas? Orang yang nyelametin kamu?" tanya Freya makin menjadi rasa penasarannya. Lucas tak buru-buru menjawab. Seandainya Lucas menjelaskan bahwa orang yang Freya maksud itu adalah dirinya sendiri, Freya pun tetap tidak akan mengingat kenangan mereka. Kala itu Freya hanyalah gadis kecil pemberani yang terpesona oleh ketampanan seorang kakak lelaki, adalah Lucas. Bisa jadi, karena peristiwa yang sempat menggemparkan Bhaskara Group itu, Freya mendapat trauma ruang tertutupnya dan kehilangan memorinya. "Untuk waktu yang lama enggak, tapi aku nyoba nyari dia terus, Bimo yang juga ngusahain buat nemuin dia.""Ketemu?" Lucas mengangguk, "Ketemu. Dia udah gede, karena aku ketemunya juga belom lama ini," katanya. "Syukurlah. Kamu musti terima kasih sama dia Mas, seenggaknya menurutku dia yang ngebikin kamu punya harapan buat kuat di saat-saat terburukmu," ujar Freya tak bisa membayangkan kejadian buruk yang menimpa lelakinya di masa lalu. "Pasti Frey.

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 250. Moment Of Truth

    "Mas," Freya menahan langkah Lucas yang sudah siap masuk ke dalam mobil dengan celana basahnya. "Ayah nyuruh pulang," kata Freya menunjukkan layar ponselnya yang memuat pesan dari Pak Danang. "Ya udah kita pulang. Ke penginapan dulu, aku bilas badan sama ganti baju bentar," ucap Lucas yang langsung ditanggapi Freya dengan anggukan. "Celana kamu kan basah!" tahan Freya saat lagi-lagi Lucas siap duduk di dalam kursi kemudi. "Biarin ah. Tar suruh Bang Bimo cariin mobil lagi," balas Lucas enteng. Freya mendesah, tak paham lagi dengan sikap sultan Lucas. Meski begitu, ia tetap ikut masuk ke dalam mobil dan tak berkomentar lagi, bahkan sampai mereka sampai di penginapan elit yang Lucas sewa. Freya sangat tahu bahwa penginapan bergaya rumah biasa itu memasang tarif hampir 8 juta per harinya untuk wisatawan lokal dan 14 juta untuk wisatawan asing. Mau bagaimana lagi, uang Lucas berlimpah untuk sekadar membayar sewa kamar. "Kamu tunggu sini bentar Frey, aku nggak lama," ucap Lucas m

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 249. His Embrace

    "Takdir Tuhan itu misterius ya Frey," gumam Lucas dengan air muka yang kaget luar biasa. "Kenapa?" tanya Freya lagi, bingung. Lucas menyerahkan ponselnya. Ditunjuknya satu informasi dari wikipedia tentang Yayasan Sayap Kasih Ibu yang menaungi sekolah Freya dan memberi beasiswa pendidikan pada gadisnya. Freya yang penasaran langsung membacanya dengan saksama. "Yayasan Sayap Kasih Ibu didirikan dan dirintis oleh Kinanthi Dayu Bhaskara, perempuan kelahiran Surabaya berdarah Tionghoa sejak tahun 1985 silam," Freya mulai membacanya keras. "Bhaskara? It's sounds like your name?" gumam Freya menoleh lelakinya. "Mama," desis Lucas singkat, tak bisa berkata-kata. Freya tercekat, ia tertegun di depan Lucas yang menatapnya sangat dalam. Lucas tak pernah tahu bahwa salah satu cabang yang dinaungi yayasan sang mama ada di daerah Pangandaran. Ia semakin tidak tahu bahwa gadisnya adalah salah satu orang yang terbantu oleh tangan dermawan ibundanya. "Takdir udah ngatur semuanya biar kita

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 248. Kebenaran Masa Lalu

    “Belom kering?" tanya Lucas saat mengamati kemeja Freya yang basah. Freya menggeleng. "Kita beli baru!" tunjuk Lucas pada sebuah distro pakaian perempuan di sekitar parkiran. Karena banyak didatangi wisatawan dari manca negara, Cukang Taneuh tidak hanya menyajikan wisata alam yang menyejukkan mata, tapi juga memberi banyak fasilitas seperti pusat oleh-oleh dan belanja, serta penginapan dari kelas bawah hingga atas. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh orang-orang seperti Lucas dan Freya untuk membeli baju ganti mereka tanpa perlu repot membawa dari rumah. "Nggak pa-pa pake kaos juga tetep ganteng," puji Freya setelah ia berganti menemani Lucas mencari baju baru karena kemeja milik lelakinya itu ikut basah karena cipratan air. "Kalo nggak ganteng kamu nggak cinta," ujar Lucas mengembangkan senyumnya. Setelah membayar parkir, ia membukakan pintu penumpang untuk gadisnya. "Kok kamu bisa tau Mas?" tanya Freya setelah menunggu Lucas masuk ke kursi kemudi dan menyalakan mobilnya mening

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 93. I'm With You

    “Mereka udah bawa uang kamu dan juga mobil Mas, kenapa nggak lapor polisi?" lirih Freya bingung. Lucas yang sedianya ingin mendudukkannya di kursi penumpang, urung. Freya meminta turun dari gendongan. Bimo yang ikut mendengar pertanyaan Freya mendekat, tak peduli dengan tatapan tajam Lucas padanya

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 85. Where's My Romeo?

    Seusai memberi obat pada Dena, Freya memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Pikirannya kacau, raganya remuk redam. Ia langsung merebahkan dirinya di ranjang, terlelap hingga malam menjelang. Apalagi, ia harus menahan diri untuk menghindari pernyataan perasaan Arya padanya di rumah sakit tadi, Freya

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 76. Semanis Senyummu

    Lucas menatap kepergian Freya dengan senyum di wajahnya. Tatapannya yang penuh cinta terpergok Bimo di pintu. "Mandangin gue segitunya amat Bos," ledek Bimo sangat puas. "Bukan ke lo!" balas Lucas sekenanya lantas mengubah ekspresi menjadi dingin lagi seperti biasa. "Gue nggak nyangka satu perem

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 74. Boy From Wonderland

    Freya yang semula menatap langit-langit menoleh Lucas. Ada nyeri di hatinya saat mulut Lucas menyebut kata seseorang. Adakah Lucas memiliki orang spesial di hatinya? Kenapa Freya merasa tak rela saat mendengar Lucas membicarakan orang lain?"Makanya, mau ya diobatin," bujuk Freya berusaha menyembun

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status