مشاركة

Bab 16. Just Let It Be

مؤلف: Sayap Ikarus
last update تاريخ النشر: 2026-04-17 10:17:59

"Biar saya panjat gerbang samping aja Pak," putus Freya nekat.

"Kamu gila?"

"Iya. Gara-gara Bapak yang nyetirnya seenak udel!"

"Kok jadi nyalahin saya, itu karena saya harus nyetir dalam mode aman!" ujar Lucas beralasan.

"Aman tapi kalo pelannya kebangetan sama aja Pak!" protes Freya, "udah ah, saya pokoknya mau manjat!"

"Hei!" reflek Lucas menarik lengan Freya, "Bahaya!" cegahnya. Sedetik kemudian ia tersadar dan menghempas lengan Freya cepat-cepat.

"Terus saya gimana Pak?"

"Kita piki
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 169. Si Tampan Menggemaskan

    "Nunggu Lucas, Frey?" tegur Nino menjadi orang yang terakhir keluar ruangannya. "Iya Mas, Mas Nino mau pulang?" tanya Freya ramah. "Iya. Besok pagi kudu standby sebelum Lucas kan. Saya duluan ya," pamit Nino melambai hangat, membiarkan dua pecinta yang bersatu dengan kontribusinya itu menikmati waktu berdua. Sepeninggal Nino, Freya mematikan komputernya. Ia menunggu Lucas sambil berkirim kabar dengan Dena mengenai Tamara. Beruntung sekali Freya memiliki Dena yang bisa ia andalkan di saat-saat mendesak seperti ini. Kata Dena, Tamara tidak banyak bertingkah, menurut pada Dena apapun yang diperintahnya. "Knock, knock!"Freya hampir menjerit kaget jika saja wajah Lucas tak muncul di depannya lebih cepat. Lelakinya itu tersenyum penuh cinta, menyambutnya. "Ngagetin!" sungut Freya kesal. "Serius amat baca WA-nya. Chat sama siapa sih?" gumam Lucas bernada cemburu. "Dena, nih!" Freya menunjukkan layar ponselnya pada Lucas. "Oh," Lucas nyengir, "ayok pulang," ajaknya langsung meraih je

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 168. Bunga Tuan Muda

    "Makan ya Sayang," ajak Freya telaten membukakan box nasi yang dibawanya untuk sang CEO. "Kenapa kerjaan nggak ada abisnya gini," keluh Lucas untuk pertama kalinya. Freya tersenyum maklum, dipeluknya kepala Lucas dengan lengan kirinya, "Makan dulu aku suapin, ya?" bujuknya. Lucas mengangguk pasrah. Tangannya aktif mengamati layar ponsel yang lagi-lagi memuat grafik aneh dan tidak Freya pahami. Saat suapan Freya datang, Lucas bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari layar ponsel. Kesal, Freya langsung merebutnya sengit. "Makan ya makan Mas, kerja ya kerja!" omel Freya galak. "Oke, oke, Bu Bos. Laksanakan," ucap Lucas menurut. "Gitu dong, berasa ngasih tau anak kecil kan akunya," gemas Freya kembali memberi suapan pada lelakinya semulut penuh.Susah-payah Lucas menelan suapan Freya. Meski begitu, Freya masih bernafsu menyuapinya lagi. Otomatis Lucas menolak, sedikit menjauhi gadisnya. "Masih Frey, masih! Sabar! Kejam amat kayak ibu tiri!" protes Lucas memicu tawa renyah khas Fr

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 167. Tempat Paling Nyaman

    "Mau?" tawar Freya memberi suapan pada Lucas tapi langsung ditolak. "Kamu aja, belum makan kan?" ucap Lucas lembut. "Ah iya, kamu kan nggak suka yang manis-manis kecuali aku ya Mas," cengir Freya yang langsung dibalas Lucas dengan anggukan. "Boleh aku kerja dulu, Sugar?" ujar Lucas meminta izin. Giliran Freya yang menggeleng, dipereratnya pelukannya di leher Lucas. Dengan berani, ia duduk di pangkuan lelakinya, manja. "Asmara di ruang CEO," kekeh Freya geli. Lucas ikut tertawa, tapi kepalanya bergerak mengecup bibir gadisnya. Makin lama, mereka berpagut mesra, tak peduli jika tiba-tiba ada yang masuk ke dalam ruangan dan memergoki keduanya. "Aku ngebersihin sisa kue di sudut bibir kamu tuh," gumam Lucas saat melepas ciumannya. Freya menyeringai curiga, "Jadi niatnya ngasih kue biar bisa begini? Ada aja alasannya Mas Bos nih!" ujarnya lalu mengecup pipi Lucas dan beranjak dari pangkuan lelakinya. “Jelas! Jangan makan kue begini di depan orang lain!” larang Lucas protektif. Fr

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 166. Kamu Akan Lari Kepadaku

    "Ogura Cake?" mata Freya membulat dan langsung mengarah pada tunjukan Lucas. "Mau Mas," rengeknya. "Sudah kuduga. Bilang udah makan, makan dari Hongkong?" cerca Lucas merasa menang dengan tebakannya. Gadisnya ini tidak pandai berbohong di depannya. Freya balas nyengir, berlagak merajuk pada lelakinya yang sudah sigap mengambilkannya kue. "Masih utuh gini, berarti kamu juga belom makan ya Mas? Sengaja ya nyiapin buat aku?" ledek Freya mulai bisa tersenyum. "Nino yang nyiapin, masa aku," jawab Lucas tak mau kalah. "Iya deh. Tapi tetep aja pasti kamu yang nyuruh, iya kan?"“Udah, buruan dimakan!" perintah Lucas sambil bangkit dari sofa. "Mas mau ke mana?" tahan Freya. "Itu berkas yang kamu bawa pasti minta ditandatangani kan? Masa dibawa doang nggak diliat isinya?" terang Lucas. "Ah, kirain mau nemenin aku makan," keluh Freya kecewa. "Iya ntar aku temenin. Baca berkasnya bentar," pamit Lucas gemas, dikecupnya pucuk kepala Freya singkat sebelum kembali ke meja kerjanya. Freya ha

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 165. Tempat Ternyaman

    Freya sudah ingin menangis rasanya. Bagaimana bisa ia membawa Tamara untuk tinggal bersamanya di rumah Lucas? Masalah seperti ini saja Freya berusaha untuk jangan sampai Lucas tahu. Sekarang? Tamara malah justru meminta tinggal bersamanya. Dan sangat kebetulan sekali, Lucas menelepon Freya seperti terikat telepati. "Ya Mas?" sapa Freya sedikit menjauhi Tamara dan berusaha menormalkan kembali suaranya. 'Hari ini bakalan lembur lagi Frey. Bawa makanan buat anak-anak sekalian kalo nanti ke sini ya,' pinta Lucas. "Oh, siap Mas. Jumlah detailnya aku tanya Mas Nino ya?" 'Boleh,' Lucas terdiam sebentar, 'are you okay?' tanyanya curiga, seperti bisa merasakan getaran dalam suara Freya ketika menjawabnya. "I'm okay," balas Freya cepat, "ada pesen lagi?"'Ada. Bawain aku istriku yang cantik ya, tolong jangan ditambah omelan dari dia dulu. Aku udah cukup pusing sama kerjaanku,' pesan Lucas iseng tapi tak pelak mencipta senyum di wajah Freya. "Kamu pasti nggak makan seharian lagi!" tebak F

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 164. Budi Yang Harus Dibayar

    Freya meminta Tamara menunggunya selesai kuliah dan pergi ke pengadilan lebih dulu sebelum akhirnya mengajak adiknya itu ke taman untuk bicara. Dena masih menunggu dengan setia, memberi jarak pada dua bersaudara angkat itu untuk bicara tanpa mengganggu mereka. "Aku udah pisah dari Iwan, Teh," ungkap Tamara jujur. Freya tahu itu, ia bisa melihat penampilan Tamara yang sudah berubah. Anting pierching yang Tamara pakai kemarin di lidah dan hidungnya sudah dilepas. Rambutnya dicat hitam kembali, dan pakaiannya pun sudah selayaknya anak remaja SMA kebanyakan. "Wajib lapor kalian juga udah selesai kan?" tanya Freya lirih. Tamara mengangguk. "Nanti aku cariin pinjeman uang buat beliin kamu tiket pulang ke Pangandaran," kata Freya tegas. "Jangan Teh! Biarin aku lanjut sekolah di sini," pinta Tamara mengejutkan. "Kamu gila? Sekolah di sini? Jangan bercanda kamu ya Tam!" sengal Freya kaget. "Aku serius Teh," balas Tamara, "Mamah sama Ayah juga udah tau kalo aku ada sama Teteh di sini,"

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 150. Semanis Madu

    "Kamu jadi ada rapat siang ini?" tanya Freya setelah diam beberapa saat. "Jadi, nanti ketemu sama Nino on the spot. Malemnya aku harus ke Singapura, Frey," jawab Lucas seakan meminta ijin pergi pada gadisnya. "Ngapain di Singapura?""Makan malam," canda Lucas. "Serius?" Freya merespon cembetut.

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 148. My Whole New World

    "Kenapa make kemejaku?" tanya Lucas setelah tawanya reda, "sengaja mancing? Minta lagi?" candanya.Freya berkacak pinggang kesal, "Aku ambil sedapetnya yang ada di sebelahku. Mau lagi? Sakit gini mau lagi?" gemasnya. "Tadi bilang nggak sakit.""Sakit! Liat nih!" Freya menunjuk sekitar dadanya yang

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 147. Dosa Termanis

    "Kamu sengaja ngasih proyek dia yang jauh dari Jakarta ya?" tebak Freya yang hanya dijawab anggukan oleh Lucas. "Kenapa Selangor sih Mas?" "Kamu nggak terima?" Lucas berhenti mengunyah, sengaja melihat reaksi gadisnya. "Enggak gitu. Katanya dua taun dia di sana ngerjain pemasaran sama iklan." "

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 146. Semesra Berdua

    Freya tersipu malu saat Lucas menatapnya bernafsu. Beberapa kali ia menolak dicium, menambah kegemasan Lucas terhadapnya. "Iya apa enggak?" goda Lucas menggesekkan hidungnya ke hidung mancung Freya. "Jangan gitu, aku malu, Mas," lirih Freya memalingkan wajahnya. "Kita ngobrol lagi biar kamu rile

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status