Mata Agus sampai berkedip beberapa kali memperhatikan penampilan Ibu Ratna yang super formal tapi tetap seksi."Buset, Bu Ratna kerja sampingannya banyak amat? Kemarin di kampus jadi dosen killer, di kantor Rosa jadi freelance, sekarang malah jadi notaris. Kagak sekalian narik angkot malamnya, Bu? Biar lengkap itu portofolio di CV toh," seloroh Agus sambil garuk-garuk kepala.Candaan Agus ini langsung memecah kekakuan di teras. Bu Ratna tidak marah. Wanita matang itu hanya tersenyum anggun, bikin Agus jadi sedikit salah tingkah. "Agus hobinya canda terus nih. Omong-omong saya bukan notarisnya. Ya sekadar asisten aja, Gus. Ini firma notaris rekanan lama almarhum ayah Rosa. Eh iya. Jadi, mana klien saya?""Oalah, jadi Ibu asistennya? Pasti topcer ini kantor notaris, heheh. Klien jadi betah kalau ada Bu Ratna," puji Agus sengaja betul dia.“Aduh kamu ini keterlaluan kalau bicara. Itu rekan saya ada di belakang, Gus. Mungkin kamu bisa bantu beliau bawakan barang. Maklum sudah sepuh,” Bu
Read more