Marni menepuk tangan Evalia dengan lembut, tetap tersenyum. “Eva, aku hanya khawatir kalau dia tiba-tiba pulang dan aku nggak ada, dia akan pikir aku sudah pindah…”Wajah Evalia dipenuhi rasa khawatir. “Kamu terlalu banyak cemas, Tante. Reno nggak akan berpikir seperti itu. Kalau dia benar-benar kembali, dia pasti menunggu… Dia sudah dewasa.”“Mungkin,” jawab Marni pelan, senyumnya tipis tapi penuh kerinduan. “Tapi seberapa pun usia mereka, tetap saja anak kita. Kamu akan mengerti nanti saat Rafael sudah besar.”Evalia mengangguk. “Aku sudah mengerti,” bisiknya. “Setiap dia keluar dari pandanganku, aku langsung khawatir.”“Itulah tandanya kamu seorang ibu,” kata Marni sambil meremas tangan Evalia penuh kasih. Kemudian ia berdiri tegak dan tersenyum lagi. “Kamu hebat hari ini, sayang. Rumahmu indah, keluargamu hangat, dan suamimu… yah, pria itu sa
Read more