Natasha ragu sejenak sebelum akhirnya duduk perlahan di sofa yang berada tepat di hadapannya. Kedua tangannya saling menggenggam erat di pangkuan hingga kuku-kukunya menekan kulit.Raka mengembuskan napas panjang, berusaha mengendalikan amarahnya. "Sekarang katakan padaku," ujarnya dengan suara rendah namun mengancam. "Apa rencanamu untuk membereskan kekacauan yang sudah kau buat?"Natasha menelan ludah dengan susah payah. Sejak pagi tadi, ia telah berulang kali menyusun berbagai penjelasan di dalam kepalanya, menyiapkan banyak alasan untuk membela diri. Namun, saat benar-benar berhadapan dengan ayahnya, semua alasan itu terasa rapuh dan konyol. Awalnya ia tidak tahu siapa yang telah membongkar seluruh rahasianya. Namun, saat ayahnya memanggilnya ke kediaman keluarga, ia langsung mengerti.Aleksander Batubara.
Read more