Sebelum Aleksander sempat mencerna pikiran itu sepenuhnya, Arsen mengulurkan tangan dan menepuk bahunya dengan hangat. "Terima kasih, Aleksander," ucap Arsen tulus. "Kau sudah menjaga keponakanku dengan sangat baik."Aleksander kembali terdiam. "Anda...""Ya," jawab Arsen sambil tersenyum. "Aku adalah paman istrimu."Aleksander hanya bisa menatapnya tanpa kata-kata. "Jadi... saudara perempuan Paman Theodore," katanya perlahan, seolah sedang memastikan setiap kata yang keluar dari mulutnya, "adalah nenek Evalia?"Arsen mengangguk.Untuk beberapa saat, Aleksander tidak mengatakan apa pun. Pikirannya memutar kembali setiap percakapannya dengan Evalia—tentang masa lalunya, tentang keluarga yang selama ini ia cari, dan tenta
Read more