Malam telah turun sepenuhnya di atas kota Jakarta, menyelimuti deretan gedung pencakar langit dengan gemerlap lampu metropolitan yang tak pernah tidur. Di dalam ruang kerja utamanya di Menara Eksekutif Sudirman, Viko berdiri tegak menatap hamparan kaca besar. Setelah kunjungan yang mendinginkan hati ke rumah tahanan tadi sore, ketenangan kembali menguasai rahang tegasnya. Kerajaannya telah pulih, jaring konspirasi Malik dan Nuri Vega telah dibersihkan hingga ke akar-akarnya. Pintu ruangan terbuka pelan, memecah keheningan malam yang sunyi. Ganza melangkah masuk dengan pembawaan yang tegap namun santai, membawa sebuah ponsel khusus yang memuat laporan penutupan sirkulasi modal malam ini. Tidak ada lagi gurat penyesalan di wajah sang peretas setelah kepergian Citra dari hidupnya. Pria itu kini telah sepenuhnya menjelma menjadi tangan kanan Viko yang paling bisa diandalkan. "Semua jalur hukum dari pengadilan Jakarta Pusat sudah clear, Vik," ujar Ganza sembari menaruh ponsel te
อ่านเพิ่มเติม