Pintu kaca Unit Siber Polda Metro Jaya terbuka dengan derit yang kaku. Pagi itu, Randi digiring masuk ke dalam ruangan oleh tim keamanan internal yang bekerja sama dengan pihak kejaksaan. Statusnya sebagai perwira penyidik resmi dicopot untuk sementara waktu, dan kini ia duduk di ruang interogasi dengan tangan yang tidak diborgol, namun diawasi ketat oleh dua petugas provos. Di kursi seberang, Inka Vega tampak lemas, wajah cantiknya kehilangan kilaunya setelah data dokumen internasional mereka disita paksa oleh pihak otoritas pengadilan Jakarta Barat atas perintah hukum Sudirman Group. Di ruang kendali terpisah, melalui dinding kaca satu arah, Viko sedang berdiri tegak dengan tangan terlipat di depan dada. Di sampingnya, Ganza berdiri dengan wajah yang pucat pasi, matanya tidak bisa lepas dari sosok Randi. Ganza belum menyadari bahwa pria yang sedang mereka hancurkan ini adalah kakak kandung dari wanita yang baru saja ia beri kartu nama, wanita yang diam-diam mulai ia impik
Leer más