Dengan tangan yang kekar tapi lembut, Viko memijit pergelangan kaki Nuri. "Enak, Ma?" Tanya Viko. Sedangkan Nuri hanya mengangguk. "Heh Viko! Mama tu nggak kepleset, kan sudah aku bilang, kita cuma pura-pura." "Kenapa kamu justru memijat Mama beneran?" Ucap Inka yang sewot melihat kelakuan Viko. "Inka... jangan teriak-teriak, telinga mama sakit mendengar teriakan kamu terus menerus. lagipula...." Nuri menatap Viko dengan mimik yang sensual, "Mama sudah lama nggak dipijat. Kaki mama juga capek tau, pakai heels terus." Viko hanya tersenyum mendengar jawaban Nuri, "Lagipula, Inka, memangnya Mama harus kepleset dulu baru boleh dipijat? Inka mendengus kasar, lalu duduk di sofa dan menyilangkan kakinya, "Kamu tuh ya, sekarang saja manggil "mama-mama" kemarin-kemarin kamu panggil apa? Nuri kan? Dasar penjilat!" Viko menunduk dan tersenyum, lalu menatap Inka dengan dingin, "Aku memang penjilat. Kamu mau merasakan, Inka?" Suasana langsung hening. Inka yang tersentak, Viko yang masih me
最後更新 : 2026-04-25 閱讀更多