Sedan hitam itu berhenti dengan sempurna di depan tangga pualam mansion bergaya Eropa klasik milik keluarga Candra. Viko mematikan mesin, namun ia tidak segera turun. Ia menatap pantulan dirinya di spion tengah, menata sorot matanya agar tampak patuh, namun tetap waspada. Di teras yang megah itu, Astrid Melanie berdiri dengan keanggunan yang mengintimidasi. Gaun merah satinnya berkibar pelan diterpa angin pagi, membalut tubuhnya yang masih terjaga kencang dengan sempurna. Di mata Viko, Astrid tampak seperti mawar merah yang cantik namun dipenuhi duri beracun. Viko turun dari mobil, melangkah memutari kap mesin, dan membukakan pintu belakang dengan gerakan yang terlatih. Ia menundukkan kepala, menghindari kontak mata langsung yang terlalu lama. "Selamat pagi, Nyonya. Saya Viko, sopir baru Anda," ucapnya dengan suara rendah dan tenang. Astrid tidak segera masuk. Ia berdiri tepat di depan Viko, jaraknya begitu dekat hingga Viko bisa mencium aroma parfum oud dan rose yang sa
最後更新 : 2026-05-04 閱讀更多