Viko tetap mematung di samping pintu mobilnya, membiarkan angin malam menyapu jas mahalnya. Ia tidak langsung menoleh, namun sorot matanya yang tertuju pada pantulan kaca mobil tampak begitu mematikan. "Kau punya nyali yang cukup besar untuk muncul di depanku, ya, Malik," desis Viko, suaranya rendah namun penuh penekanan. Malik tertawa hambar, ia melangkah mendekat hingga cahaya lampu parkir yang temaram menerangi wajahnya yang tirus. "Nyali tidak akan mengisi perutku yang lapar, Viko. Tapi informasi yang kupunya... itu bisa membeliku restoran mewah." Viko berbalik perlahan, menatap Malik dengan pandangan merendahkan dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Oh ya? Kira-kira informasi apa yang bisa dimiliki oleh seorang pecundang yang bahkan tidak sanggup menjaga wanitanya sendiri?" Wajah Malik mengeras sesaat, namun ia segera menguasai diri. Ia merogoh saku jaket kulitnya dan mengeluarkan sebuah amplop cokelat kecil yang sudah lusuh. "Aku tahu rahasia tentang kehamilan Stevan
最後更新 : 2026-04-27 閱讀更多