Pagi itu, Sudirman Lantai 25 berdenyut dengan energi yang berbeda. Viko berdiri di balik dinding kaca, menatap hamparan gedung pencakar langit dengan tangan bersedekap. Viko memakai kemeja hitam slim-fit yang menonjolkan bahunya yang tegap, dadanya yang bidang, dan punggungnya yang lebar, memberikan kesan otoritas yang mutlak. Di meja kerja utama, Ganza sedang sibuk dengan tiga monitor sekaligus. Jemarinya menari di atas keyboard, melakukan finalisasi pada sistem yang akan mengguncang stabilitas industri literasi digital Indonesia. "Semua sistem siap, Vik. Begitu gue tekan 'Enter', sayembara ini bakal menyebar ke seluruh jaringan penulis kita, termasuk mereka yang dulu lu 'selamatkan' dari kontrak mati Adam Group," lapor Ganza dengan semangat yang meluap-luap. "Lakukan!", perintah Viko singkat. Satu klik. Sebuah notifikasi besar muncul di halaman depan AV Melanie: LOMBA MENULIS NASIONAL DENGAN TEMA RUNTUHNYA SEBUAH DINASTI. Hadiah Total: 1 Miliar Rupiah. Ungkapkan
آخر تحديث : 2026-05-08 اقرأ المزيد