Malam membungkus kota dengan keheningan yang menyesakkan. Aku berdiri di depan reruntuhan yang kini secara sah menjadi milikku, mencengkeram kacamata berbingkai emas itu sebelum mengenakannya. Lensanya yang gelap segera menelan dunia nyata, menggantinya dengan antarmuka digital yang berpendar biru redup. "Eva, saatnya kita menyulap tempat sampah ini menjadi istana. Mari kita mulai bekerja." "Dengan senang hati, Tuanku. Energi sistem sudah terkalibrasi sepenuhnya untuk manipulasi ruang malam ini." Suara Eva berbisik tepat di telingaku, lebih nyata daripada embusan angin malam yang menerpa tengkukku. Aku menunjuk ke arah pagar besi yang berkarat, sisa-sisa peninggalan Pak Budi yang menyedihkan. "Kita tidak bisa membiarkan orang-orang melihat apa yang akan terjadi di sini. Tutup seluruh sisinya, Eva. Aku ingin pagar seng yang tinggi, setidaknya enam meter." "Instruksi diterima. Sekarang, kedipkan matamu ke arah pagar itu, Tuan." Aku memejamkan mata sejenak, merasakan denyut aneh di
Last Updated : 2026-05-17 Read more