Setelah mendapat anggukan dari Fiora, Vael akhirnya berbalik menuju pintu. Namun sebelum keluar, pria itu sempat menatap gadis tersebut sekali lagi... seolah ingin memastikan Fiora benar-benar ada di sana. Setelah merasa yakin, barulah ia benar-benar pergi, dengan pintu kamar yang tertutup perlahan di belakangnya. Dan beberapa saat kemudian, langkah kaki Vael sudah menghilang di koridor Mansion. Saat ini masih pukul tiga dini hari, dan langit di atas pulau ini masih sepenuhnya diselimuti oleh kegelapan. Awan hitam menggantung rendah di cakrawala, angin laut berembus dingin, sementara alarm pun masih meraung tanpa henti. Vael melangkah keluar dari Mansion seorang diri, tanpa pengawal atau pun pasukan, serta tanpa ada satu pun senjata di tangannya. Namun ekspresi pria itu tetap saja begitu tenang, hingga terasa sangat menakutkan. Tatapan heterochromia itu terangkat ke arah langit. Kemudian... ia pun melihatnya. Sebuah cahaya merah kecil berkedip di kejauhan. Lalu caha
続きを読む