Kalimat panjang Zero itu membuat rahang Vael mengeras. Karena jauh di dalam dirinya, ia juga mengetahui kenyataan itu. "Aku tidak peduli." Vael berucap dengan suara rendah. "Dia bukan alat, dan juga bukan milik kalian." Mata emas Zero menyipit. "Lalu milik siapa?" Sejenak keheningan kembali terdengar, disertai suara ombak yang menghantam tebing. Lalu Vael menjawab, "Dia milik dirinya sendiri." Ekspresi Zero terlihat tertarik dengan jawaban itu untuk sesaat, sebelum akhirnya kembali hilang tak berbekas. "Jawaban yang mengecewakan," cetusnya seraya menghela napas pelan. "Kalau begitu tidak ada lagi yang perlu dibicarakan."Kalimat terakhir itu baru saja keluar dari mulut Zero, ketika sebuah ledakan dahsyat meletus dari tempatnya berdiri.Energi hitam keluar dari tubuh Zero seperti pilar raksasa, menuju ke arah Vael berdiri. Namun sebelum serangan itu mencapai sasarannya, Vael sudah menghilang.Tubuhnya melesat ke udara, hoodie gelapnya berkibar di tengah badai saat ia
続きを読む