Ada banyak kalimat yang ingin dikatakan oleh Rex, tapi saat itu, satu-satunya yang dapat ia pikirkan hanyalah, ‘Maaf, aku tidak akan melakukannya lagi.’ Karena dengan mengatakan itu, ia telah berjanji pada dirinya sendiri, dari detik ini dan seterusnya, akan ia lindungi Eveline dan tak akan ia biarkan gadis itu menderita seperti akhir hidupnya di masa depan yang pernah dilihatnya. Rex terjaga saat Eveline mendorong bahunya seraya mengatakan, “Lepaskan aku, Rex.” Rex bahkan tak berniat beranjak satu inci pun. Sedetik lebih lama lagi …. Kerinduannya seperti musim dingin yang merindukan matahari. “Rex!” Suara Eveline sedikit menyentak sehingga Rex perlahan melepasnya. Menguraikan kedua tangannya dan menyaksikan Eveline pergi bersama dengan Darrel. Melihat rambut panjangnya, Rex tak bisa menahan senyuman. ‘Syukurlah ….’ Untuk pertama kalinya sepanjang ia hidup, rasanya baru hari ini ia mengatakan ‘syukur.’ Rex meninggalkan kafetaria, ia membawa tubuhnya yang terasa remuk hingga k
Last Updated : 2026-05-25 Read more