“Jangan dipikirkan!” Mrs. Elise menimpakan telapak tangan beliau ke punggung tangan Eveline. “Aku mengatakannya hanya sebagai pertimbangan, Eve. Jangan sampai nanti saat kalian berpisah, masih ada yang mengganjal di dalam hatimu. Soal memaafkan atau tidak, itu kembali lagi padamu. Kamu lah yang paling bisa merasakannya.” Eveline mengangguk samar, “Iya, terima kasih sudah mau berbagi dengan saya, Prof ....” “Makanlah lagi. Tidak usah pulang, menginap saja malam ini, hm?” Tidak enak menolak, Eveline mengiyakannya. Selepas menyantap roti buatan Mrs. Elise, Eveline masuk ke dalam kamar yang selalu ia gunakan setiap kali menginap di sini. Ia duduk di tepi ranjang, menatap layar ponselnya yang menyala di mana di sana menunjukkan pesan dari Leila yang mengatakan, [Jade menghubungiku.] Membaca kalimat awalnya saja membuat Eveline mengerutkan alisnya. ‘Jade?’ ulangnya dalam hati. ‘Jade Anthony pengacaranya Rex?’ “Apa yang dia mau?” Eveline kembali menunduk, membaca pesan Leila lagi.
Huling Na-update : 2026-05-28 Magbasa pa