Seketika mata Salsa berbinar cerah, senyumnya mengembang lebar hingga pipinya merah merona.“Oh gitu ya, Okedeh, aku mau banget kok, Nanang! Tapi serius kan?”“Iya, serius. Ya udah, yuk naik,” jawab Nanang sambil menghidupkan mesin motornya yang menderu gagah.Tanpa membuang waktu, Salsa langsung naik ke jok belakang.Dengan gerakan refleks, ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Nanang, memeluk punggung cowok itu dengan erat seolah tidak mau kehilanganSementara itu, dari balik kaca toko yang mengarah langsung ke parkiran, Dinda berdiri mematung di dekat meja kasir.Matanya membelalak sempurna melihat pemandangan di depannya.Ia menyaksikan betapa mesranya Nanang memperlakukan Salsa, hingga motor itu melaju meninggalkan area toko.“Wah Sial! Gue telat!” umpat Dinda dalam hati.Tangannya meremas pinggiran meja kasir dengan geram.“Ternyata benar mereka pacaran! Pantes
اقرأ المزيد