Di ruang tamu, suasana yang tadinya canggung berubah menjadi panas dan menyesakkan.Clara menatap Nanang dengan tatapan yang membara, penuh dengan hasrat yang sudah lama ia pendam sendiri."Gimana, Nang? Kamu mau? Jujur Selama ini aku merasa sangat kesepian," bisik Clara dengan suara yang bergetar.Nanang tampak gelisah, ia meremas jemarinya sendiri. "Aku bingung, Mbak. Aku... aku masih ingin bebas, belum mau terikat."Mendengar itu, Clara justru semakin nekat. Ia bangkit dari duduknya tepat di hadapan Nanang, lalu dengan gerakan berani mengangkat roknya tinggi-tinggi.Nanang tercekat, matanya membelalak menatap lekuk tubuh Clara yang putih mu-lus.“Dari awal aku melihat kamu, aku sudah suka sama kamu, Nang,” ucap Clara sambil menurunkan celana dalam warna biru miliknya, lalu dengan kilat melemparkannya tepat ke wajah Nanang.Nanang sontak kaget. Secara refleks ia menangkap kain tipis yang masih terasa hangat itu, lalu menghirup aroma
اقرأ المزيد