Pagutan hangat itu mendadak terputus. Kesadaran Finn seolah ditarik paksa kembali ke realitas bumi oleh sisa akal sehatnya yang tersisa. Dengan napas yang memburu dan jantung yang berdegup liar, Finn memalingkan wajahnya ke samping, menolak ciuman Shayra secara halus namun tegas.Kedua telapak tangannya yang semula mencengkeram bahu Shayra perlahan turun, mendorong tubuh gadis itu dengan sangat hati-hati agar memberi jarak di antara mereka."Kita tidak boleh begini, Shayra," bisik Finn, suaranya terdengar serak, berat, dan sarat akan penyesalan. Ia menatap karpet di bawah mereka, tak berani menatap langsung sepasang mata murni milik gadis di bawahnya. "Jangan lakukan ini. Aku... aku tidak sebaik yang kamu bayangkan. Terima kasih karena kamu sudah menolongku dari Tante Riana tadi, tapi... kamu terlalu berharga, dan aku terlalu hina untuk melakukan ini denganmu."Kalimat dingin namun jujur itu seketika menghantam kesadaran Shayra bak siraman air es. Pikiran liar yang sempat menguasai ke
Read more