Hujan deras mengguyur kota Metropolis malam itu, menampar kaca jendela apartemen kecil yang nyaris rapuh. Di dalamnya, Juna duduk di sofa tua, memijat pelipis dengan lelah.Tatapannya sesekali beralih ke pintu, menunggu Aleya, istrinya, pulang dari bekerja.Hari ini, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Juna memilih pulang lebih awal. Ia ingin melakukan sesuatu yang sederhana, tapi mungkin akan sangat berarti menurut Juna, merayakan ulang tahun Aleya dengan caranya sendiri.Di atas meja, sebuah kue kecil sudah tertata rapi. Lilin belum dinyalakan, seolah menunggu momen yang tepat.Klak—Pintu akhirnya terbuka.Aleya masuk dengan wajah masamnya.Juna segera berdiri, berusaha menampilkan senyum terbaiknya. Di tangannya, kue ulang tahun itu kini terasa seperti harapan yang rapuh.Ia menatap kue dengan satu lilin sederhana itu, lalu kembali menatap Aleya, "Sayang, Selamat ulang tahun.”Tangannya yang berurat tampak sedikit gemetar saat merogoh saku jaket yang terasa sempit. Sesaat,
Dernière mise à jour : 2026-04-07 Read More