Rian berdiri terpaku, sementara empat moncong senjata api mengarah tepat ke jantung dan kepalanya.Di layar monitor, langkah kaki Arum yang anggun terdengar semakin dekat menuju pintu, tanpa dia sadari bahwa maut sedang mengintainya."Nikmati sisa napasmu, Rian. Setelah ini, kalian berdua akan ke neraka, dan perusahaan ini akan bersih dari kerikil kecil seperti kalian," ucap Wirawan dengan nada datar, seolah nyawa manusia hanyalah kertas."Cih, memangnya Anda Tuhan? Atau punya orang dalam di neraka makanya tau aku dan Bu Arum ke sana,” sahut Rian, mencoba mengulur waktu sambil matanya memperhatikan sekeliling mencari cara untuk kabur.Wirawan tidak membalas perkataan Rian, memberi kode kepada anak buahnya untuk menarik pelatuk.Tiba-tiba, terdengar suara dengungan tinggi memekakkan telinga, disusul dengan ledakan kecil dari panel listrik. Seluruh lampu di lantai 18 padam seketika, membuat ruangan itu gelap total. Rian tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia segera melepas sepatunya agar
اقرأ المزيد