Bahkan Joycelin pun bisa melihat bahwa Shelly sedang berusaha menghindari Jeffry.“Kalau sekarang juga kamu datang ke perusahaan untuk bekerja, kamu nggak akan dihitung terlambat. Kalau nggak, bonusmu bulan ini akan aku potong habis.”Setelah melemparkan dua kalimat itu, Jeffry langsung menutup telepon.Joycelin, “Kak? Eh, hah … tadi jelas-jelas kamu sendiri yang menyuruhku istirahat beberapa hari lagi ….”Joycelin langsung panik.Dia bergegas naik ke lantai atas untuk berganti pakaian, lalu buru-buru berangkat ke perusahaan sambil terus mengomeli kakaknya di dalam hati....Di sisi lain.Setelah menutup telepon, Jeffry membuka beberapa kancing kerah bajunya.Layar komputer di depannya masih gelap, memantulkan wajahnya yang tegang.Ujung lidahnya menekan pipi bagian dalam. Wajah tampannya terlihat begitu serius, penuh pertimbangan, sekaligus penuh kebingungan yang sangat dalam.Entah berlalu berapa lama, dia menelepon seseorang. “Aku mau Shelly mengaku sendiri bahwa dia sedang hamil.”
Read more