Ryan terdiam beberapa detik sebelum akhirnya bertanya, “Bu Shelly, kenapa ingin bertemu dengan Manajer Departemen HRD?”“Kenapa? Takut saya memecatmu?”Shelly langsung menebak isi pikirannya.Ryan segera tersenyum. “Mana mungkin. Bu Shelly masih muda, cantik, pintar, dan bijaksana. Pasti tidak akan memecat orang tanpa alasan.”“Kamu sudah boleh keluar.” Kata-kata manis seperti itu sama sekali tidak menggoyahkan hati Shelly.Dia langsung menyuruh Ryan keluar. Pria itu menoleh beberapa kali sambil berjalan, berharap menemukan alasan untuk tetap tinggal, tetapi pada akhirnya tetap harus pergi.Menjelang siang, Manajer Departemen HRD akhirnya tiba.“Maaf, Bu Shelly. Saya tidak tahu Ibu datang hari ini. Jadwal rekrutmen kampus sudah ditetapkan sejak seminggu yang lalu.”Naomi Zhaynis, wanita berusia sekitar empat puluh tahun, bertubuh agak gemuk, dengan penampilan khas wanita karier.Di pangkal hidungnya bertengger kacamata hitam berbingkai tebal. Di balik lensa itu, matanya kecil, tetapi
Read more