Share

Bab 271

Penulis: Ratih Larasati
Kenapa harus bersikeras mencari tahu siapa ayah dari anak yang dikandung Shelly?

“Keluar.”

Jeffry membuka bibirnya tipis-tipis, melontarkan satu kata singkat.

Tubuh Maxwell sempat bergerak, tetapi dia tidak langsung pergi. “Pak Jeffry … Anda ingin saya keluar dari perusahaan atau keluar dari ruangan ini?”

“Keluar dan tanyakan.”

Tatapan Jeffry sedingin es. Amarah mulai terlihat di wajahnya.

Maxwell segera berbalik dan keluar.

Begitu meninggalkan ruang kerja Jeffry, hal pertama yang dilakukannya a
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Suharmi Haris
mana kelanjutannya?
goodnovel comment avatar
Irene
Ga ada ujungnya
goodnovel comment avatar
Dwi Rawati
nanjak terus ya thor ceritanya, jangan kasih kendor biar makin seru & g muter" melulu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 544

    Jeffry tertawa karena saking kesalnya. “Berarti aku harus berterima kasih padamu karena sudah menghentikan niat ibuku.”Herman mengangkat bahu. “Ini memang harus kulakukan. Dulu kalau bukan karena dia mengancamku, aku juga nggak mungkin bantu dia memalsukan semuanya hanya untuk menipumu.”“Aku nyaris lupa.” Senyum Jeffry seketika lenyap. “Kamu sudah jadi dokter selama ini, tapi malah nggak pernah periksa otak sendiri? Kamu sendiri nggak tahu kondisi tubuhmu?”Herman menggaruk kepala. Raut wajahnya canggung. “Waktu itu aku masih muda. Ditambah lagi, aku minder gara-gara ayahku. Semua orang menjauhiku, kecuali kamu yang masih mau membantuku. Aku sendiri nggak bisa membedakan apakah itu rasa terima kasih atau apa.”Wajah Jeffry langsung berubah muram. “Omong kosong. Bagaimana mungkin ada orang yang nggak bisa membedakan rasa terima kasih dan rasa cinta? Hidupmu selama dua puluhan tahun ini sia-sia? Mending mati saja biar nggak bikin aku kena reputasi jelek.”Setelah berkata begitu, dia be

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 543

    Jantung Elora serasa melompat sampai ke tenggorokan. Dia menatap Herman dengan kerongkongan menegang dan napas yang berantakan.“Dulu Nona Elora terluka parah demi menyelamatkan Jeffry, meninggalkan dampak permanen, dan seumur hidup nggak bisa punya anak. Nggak ada kemungkinan bisa sembuh ...”Herman mengucapkannya kata demi kata, jelas, dan tegas.Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, Elora sudah buru-buru memotong, “Kamu bohong! Herman, kamu sengaja? Tubuhku jelas-jelas nggak bermasalah ….”“Maaf, Nona Elora. Memang ada sedikit kelemahanku yang dipegang olehmu, tapi Jeffry adalah sahabat terbaikku. Aku nggak boleh membohonginya. Aku juga nggak setuju dengan caramu yang menekannya supaya dia bertanggung jawab.”Ucapan Herman bagai petir yang meledak di siang bolong, membuat wajah Melly seketika membiru oleh amarah.Dia berdiri, lalu menampar Elora keras-keras.“Kamu mempermainkanku berkali-kali, sekarang masih mau menyuap Herman untuk menipuku? Elora, sejak kecil sampai sekarang,

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 542

    Kenapa kamu memasukkan tanganmu ke mulutku?Pertanyaan itu memang terdengar tidak sopan, tapi kalau tangan Jeffry tidak mendekat, bagaimana mungkin dia bisa menggigitnya?Di dalam mimpi tadi, dia benar-benar menggigit sekuat tenaga. Kalau saja giginya sedikit lebih tajam, jari Jeffry mungkin sudah tidak selamat.Jeffry turun dari ranjang, lalu berjalan ke kamar mandi.“Kamu mau pergi ke mana?” Shelly ikut turun, berniat mengambil kotak obat untuk merawat lukanya.“Cuci pakai sabun,” kata Jeffry.Gerakan Shelly yang hendak mengambil kotak obat langsung terhenti.Seharusnya tadi dia menggigitnya lebih kuat lagi.Setengah jam kemudian, Shelly turun ke bawah bersama Jery.“Shelly, coba kamu lihat. Ini Saryna, ‘kan?”Kak Ratih datang sambil memegang ponsel. “Ternyata dia putri Keluarga Gunawan yang hilang. Benar-benar beruntung sekali.”Judul halaman depan Koran Pagi Kota Sentara memberitakan bahwa besok Rendy akan mengadakan jamuan untuk memperkenalkan putrinya kepada semua orang.Di foto

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 541

    Pasti dia Cuma pikir terlalu jauh.Ujung telinga Shelly memang memerah, tetapi dalam hatinya terus meyakinkan diri bahwa pasti dirinya yang berpikir terlalu jauh.“Nggak boleh, nggak pantas.”Dia menarik seprai, memberi isyarat agar Jeffry turun dari ranjangnya, menjauh dari Jery.Namun, Jeffry tetap berbaring di sana, tidak bergerak sedikit pun. “Kenapa nggak pantas?”Secara hukum, mereka suami istri yang sah. Apa yang tidak pantas?“Shelly, kamu seharusnya paham aku.”Paham seberapa kuat staminanya, paham kemampuannya bertarung 800 ronde semalaman.Paham juga bahwa dalam hal seperti ini, kebutuhannya memang selalu besar.Baru belakangan Shelly sadar, rujuk rupanya tidak sesederhana yang dibayangkannya.Hari itu terjadi terlalu banyak hal. Dalam keadaan panik, dia sama sekali tidak memikirkan bahwa setelah rujuk, artinya mereka kembali menjadi suami istri yang sah.Dia pun lupa menetapkan dengan jelas batas kewajiban suami istri.Setelah bersama Jeffry selama bertahun-tahun, dia terla

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 540

    Sambil berkata begitu, Kak Ratih pergi ke ruang makan mengambil ponsel Shelly, lalu menyelipkannya ke tangan Shelly.“Telepon sendiri.”Setelah itu Kak Ratih berbalik masuk ke dapur dan kembali sibuk.Layar ponsel yang gelap memantulkan raut wajah Shelly yang rumit.Setelah lama terdiam, dia menarik napas dalam-dalam lalu berjalan ke balkon.Shelly menelepon Saryna. Belum sampai dua kali berdering, panggilannya sudah diangkat.“Siapa ini?” Suara yang terdengar dari seberang bukan suara Saryna, melainkan seorang anak laki-laki.“Aku mau bicara dengan Saryna.”Di seberang sana hening beberapa detik, lalu terdengar suara anak itu yang tidak senang. “Aku tahu kamu. Kamu satu-satunya teman kakakku, tapi ayah dan ibuku nggak mengizinkan kakakku main sama kamu.”Untuk sesaat Shelly tidak tahu harus mengatakan apa.“Kakakku nggak bakal main sama kamu. Mulai sekarang jangan telepon dia lagi.”Setelah melontarkan kalimat itu, anak laki-laki itu langsung menutup telepon.“Eh ….” Shelly belum semp

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 539

    Dibanding kabar Rendy menemukan putrinya, media jauh lebih tertarik pada satu hal. Siapa sebenarnya dalang di balik semua ini, orang yang memanipulasi dari balik layar hingga membuat Rendy terpisah dari darah dagingnya sendiri selama lebih dari dua puluh tahun.Berita datang bertubi-tubi dari segala arah. Di antara begitu banyak spekulasi, terang-terangan maupun tersirat, semuanya mengarah pada Johan.“Coba tebak, langkah Johan berikutnya apa?”Ujung jari Jeffry mengetuk pelan tepi meja, sekali demi sekali.Shelly meletakkan koran pagi di tangannya. Setelah terdiam sejenak, dia berkata, “Menjadikan dirinya juga sebagai korban. Bilang kalau dia juga pernah kehilangan seorang putri.”“Begitu berita seperti itu menyebar, langkah berikutnya Johan pasti membawa banyak orang ikut mencari putrinya, lalu menemukanmu di depan semua mata.”Alis Jeffry sedikit terangkat. “Nanti, apa rencanamu?”Saryna lebih dulu mengakui hubungan keluarga dengan Rendy. Sebanyak apa pun, tetap akan ada banyak oran

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 3

    Begitu Elora masuk ke kantor, dia melihat Maxwell sedang memesan tiket.Dia langsung bertanya, “Kak Jeffry di mana? Kenapa kamu pesan tiket?”“Di ruang istirahat. Ada masalah mendadak di cabang, Pak Jeffry harus ke sana.”Belum sempat Maxwell selesai bicara, Elora sudah mengeluarkan kartu identitas

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 2

    Shelly adalah anak paling berprestasi di panti asuhan. Karena nilai akademisnya sangat baik, dia diterima di universitas top dalam negeri dengan beasiswa penuh.Di sanalah dia bertemu Jeffry.Di antara begitu banyak pria dari kalangan elit, Jeffry begitu menonjol, langsung menarik pandangannya.Awal

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 1

    Tengah malam, Shelly Malvis mengunggah sebuah foto bayi yang baru lahir, lengkap dengan keterangan: [Naik pangkat jadi Ibu! Putra sulungku!]Belum satu jam, pintu rumahnya sudah diketuk oleh mantan suami yang telah bercerai dengannya selama setengah tahun.Begitu pintu dibuka, wajah muram Jeffry lan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 47

    Awalnya, Shelly masih mempertimbangkan apakah dia perlu meminta bantuan Harrison. Namun sekarang, dia tidak perlu berharap lagi, jalan itu telah tertutup.Pagi itu, Shelly tampak diliputi banyak pikiran. Wajahnya terlihat pucat dan tidak bersemangat.“Kak Shelly.”Tania memanfaatkan kesempatan saat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status