Herman membuka pintu. Saat melihat orang yang datang adalah Jeffry, wajahnya menunjukkan keterkejutan, tetapi juga seolah merasa lega.“Aku sudah tahu, cepat atau lambat kamu pasti akan menemukan tempat ini.”Pintu baru terbuka sedikit celah. Jeffry langsung menendangnya hingga terbuka lebar.Herman mundur memberi jalan, melihat Jeffry masuk dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana.Rumah kontrakan dua kamar itu sangat sempit. Dengan dua pria bertubuh tinggi berdiri di dalamnya, ruangan terasa semakin sesak.Jeffry berdiri di tengah ruangan, berbalik menatap Herman.“Kalau jujur, hukumannya bisa lebih ringan. Kalau nggak, akibatnya akan sangat berat. Herman, aku hanya memberimu satu kesempatan.”Herman tahu Elora tidak akan berani benar-benar menghancurkan segalanya.Namun, Jeffry adalah orang yang sangat cerdas.Kalau dia sudah menemukan tempat ini dan mengucapkan kata-kata tadi, artinya dia sudah menyadari sesuatu.“Aku nggak punya apa pun untuk dijelaskan.”Namun, Herman
Read more