Saat Joycelin hendak keluar, Jeffry sempat berpesan, “Lain kali kalau masuk, ketuk pintu dulu.”Joycelin hanya menjawab singkat, “Oh.”Namun, dia tetap tidak pernah mengingatnya.Oleh karena itulah, Jeffry dan Shelly jarang menginap di rumah keluarga.Kalaupun sesekali menginap, Jeffry selalu mengunci pintu kamar.Shelly selalu merasa bahwa selama dua tahun pernikahan mereka, kenangan yang tersisa sebenarnya tidak banyak.Tapi entah kenapa, satu panggilan telepon dari Joycelin saja mampu membuat pikirannya dipenuhi begitu banyak kenangan.Mobil datang dan berhenti di tepi jalan. Sopir turun untuk membukakan pintu.Shelly menyimpan ponselnya, lalu masuk ke dalam mobil.Jeffry memintanya menelepon setiap malam sepulang kerja untuk memberi kabar bahwa dirinya baik-baik saja.Namun, dia merasa sebaiknya tidak mengganggu waktu Jeffry bersama Elora.Jendela mobil terbuka setengah.Angin malam yang dingin berembus masuk, membuat tubuh Shelly menggigil.Dia mengambil selimut cadangan yang ada
Read more