“Pak Jeffry, ada apa?”Shelly bisa mendengar bahwa nada bicara Jeffry sangat buruk.Tanpa sadar, dia melirik ke arah kantor Jeffry.Di seberang sana hening selama beberapa detik, lalu suara pria itu terdengar lagi. “Nggak jadi.”Sambungan interkom pun terputus.Shelly menarik kembali pandangannya. Alisnya sedikit berkerut.Sepanjang sore, Jeffry tidak pernah keluar dari ruangannya. Pintu kantornya terus tertutup rapat.Shelly terus menunduk untuk menyelesaikan pekerjaannya.Saat semua pekerjaannya selesai, dia melirik jam.Sudah hampir pukul lima.Artinya, dia bisa pulang tepat waktu.Sementara itu, Jeffry tetap tidak keluar dari ruangannya sepanjang sore.Shelly merenung sejenak, lalu mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan WhatsApp kepada Joycelin.Shelly, [Kamu datang ke Kota Sentara, kenapa nggak kabari aku lebih awal?]Joycelin langsung mengirim emoji wajah jahil. [Aku mau kasih kejutan. Kenapa kamu malah sudah tahu duluan?]Shelly, [Di surat mutasimu ada lampiran CV.]Joycelin,
Baca selengkapnya