Tania keluar dari Departemen Sekretaris, lalu menarik Shelly masuk ke ruangannya.Begitu Shelly masuk, Tania segera menutup pintu rapat-rapat sambil melihat ke kiri dan kanan dengan waspada.“Kak Shelly, Nona Elora datang. Mereka bertengkar lagi.”Dia mengangguk ke arah kantor sebelah.Karena khawatir dindingnya tidak cukup kedap suara, dia sengaja mengecilkan suaranya.“Nona Elora menangis lagi. Setiap hari mereka bertengkar, setiap kali bertengkar dia pasti menangis. Bedanya, kali ini dia nggak lari keluar.”Selama bekerja di kantor pusat Tavira, Tania sudah berkali-kali menyaksikan Jeffry bertengkar dengan Elora.Sampai-sampai dia sudah hafal polanya.“Jangan bergosip. Kerjakan pekerjaanmu dengan baik.” Shelly mengingatkannya.Tania langsung mengerucutkan bibir. “Aku bukan bergosip. Mereka yang bertengkar terlalu keras. Telingaku nggak tuli, jadi pasti kedengaran.”Sambil berkata begitu, dia kembali mengecilkan suaranya.“Tapi sebenarnya juga nggak bisa dibilang bertengkar. Sepertin
อ่านเพิ่มเติม