Share

Bab 360

Author: Ratih Larasati
Johan masih terus berbicara ketika tiba-tiba dia merasakan suasana di sekeliling berubah.

Saat menoleh ke arah Jeffry, wajah pria itu sudah dipenuhi aura dingin yang membuat hati Johan bergetar.

“Pak Jeffry?”

“Pak Johan, saya pamit dulu.”

Jeffry hanya meninggalkan beberapa patah kata sebelum berbalik berjalan menuju mobil.

Johan memandang punggungnya yang dingin itu dan bahkan tidak berani mengantarnya sampai ke mobil.

Jeffry berhenti di samping mobil.

Melalui jendela yang terbuka sedikit, dia b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Bintun Naheal
semoga kita selalu dalam. lindunganNya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 468

    Melly yang selama ini selalu angkuh dan merasa paling berkuasa, kini justru memakai cara paling rendahan untuk mengancam orang.Dia bahkan mengancam dengan bunuh diri.Kalau benar terjadi sesuatu, orang yang harus menanggung semua kesalahan malah adalah Shelly. Seolah-olah dialah yang menahan Jeffry agar tidak pulang.Kalau sampai benar terjadi sesuatu, Shelly akan menjadi orang yang dipersalahkan.Tersangka yang paling tidak bersalah.Dia membuka daftar panggilan, lalu memasukkan sederet angka, dan melakukan panggilan telepon.Nada sambung berbunyi cukup lama, barulah kemudian telepon diangkat."Ada apa?"Dari seberang terdengar suara Jeffry yang rendah, serak, dan tetap penuh wibawa.Shelly langsung bertanya, "Kenapa kamu belum kembali ke Tavira?"Nada bicaranya terdengar kurang bersahabat.Nada Jeffry pun ikut menjadi dingin. "Apa hubungannya denganmu?""Nggak ada." Shelly balik bertanya, "Tapi bukankah tinggal sepuluh hari lagi kamu dan Elora akan menikah? Bukankah seharusnya kamu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 467

    Orang yang diundang bukan seluruh Keluarga Wijaya, melainkan hanya Harrison seorang.Shelly menghitung dalam hati. Kurang dari satu bulan lagi, Jeffry dan Elora akan menikah.Udara malam begitu lapang. Angin pun bertiup cukup kencang.Namun entah mengapa, dadanya justru terasa sesak.Dia mengalihkan pandangan dari kartu undangan itu. "Kapan kamu berencana kembali ke Tavira?"Harrison menjawab, "Aku nggak berencana datang ke pernikahannya. Hari pernikahannya hampir bersamaan dengan hari perkiraan persalinanmu. Aku takut nanti malah melewatkan momen kamu melahirkan."Shelly tak kuasa menoleh kepadanya. "Kamu bukan ayah dari anak ini. Kalaupun terlewat, ya sudah. Memangnya kenapa?""Aku ini ayah angkatnya. Tentu saja aku harus temani kamu dan dia."Harrison menjawab tanpa ragu, "Aku nggak tenang meninggalkan kamu dan bayimu di Kota Sentara. Ditambah lagi, Saryna juga seorang ibu tunggal."Dua perempuan membesarkan anak sendirian. Kalau dipikir-pikir memang kasihan.Shelly memahami sepenuh

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 466

    Shelly, [Maaf, siang ini saya ada urusan.]Agnes, [Soal kejadian kemarin, aku memang terlalu tidak menghargai keputusanmu. Harap jangan marah. Aku mau meminta maaf langsung kepadamu.]Shelly, [Bu Agnes terlalu sungkan. Tidak perlu.]Setelah membalas singkat, dia langsung mengubah ponselnya ke mode senyap."Siapa?" Saryna melihat ekspresi wajahnya berubah. "Jangan-jangan ada masalah lagi?"Shelly menggeleng. "Nggak ada. Pesan biasa saja."Melihat Shelly enggan membahasnya, Saryna tahu pasti itu lagi-lagi sesuatu yang membuatnya pusing.Dia pun segera mengalihkan topik, "Aku kasih tahu. Dua hari ini ada penyumbang besar di siaran langsungku. Dia baru bergabung ke grup penggemarku, tapi tiap hari mengirimkan hadiah ratusan juta. Sampai aku sendiri pun sakit hati melihatnya!"Setiap kali teringat separuh uang itu akan dipotong oleh platform, Saryna sungguh ingin menambahkan orang itu sebagai teman dan memintanya langsung mentransfer uang ke rekening saja."Sebanyak itu?" Shelly langsung ti

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 465

    Anak yang dikandung Shelly adalah anak Jeffry. Juga merupakan keturunan Keluarga Anderson.Kalau itu benar, Johan dan keluarganya tentu tidak akan berani lagi memiliki niat terhadap anak tersebut!"Kamu ... apa yang sebenarnya kamu bicarakan?" Elora merasa seolah kembali ditusuk. "Jangan-jangan kamu juga berharap Shelly berhasil merebut posisi istri sah?""Tentu saja nggak!" Shanen tidak bisa menceritakan urusan Keluarga Gunawan secara gamblang. Dia hanya berkata secara tersirat, "Pokoknya sekarang Shelly sudah menghalangi urusanku! Terutama anak yang ada di dalam kandungannya!"Elora semakin bingung. "Dia menghalangi urusan apa?""Susah dijelasin. Pokoknya masalah yang dia bawa kepadaku nggak kalah besar dibanding masalah yang dia bawa kepadamu." Shanen menghela napas panjang. "Andai saja kamu ada di Kota Sentara. Kita bisa memikirkan jalan keluarnya bersama."Mata Elora berputar pelan. Nada bicaranya pun berubah menjadi lebih lembut."Kak Shane. Aku memang bukan orang Kota Sentara. K

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 464

    "Dokter Herman, apa maksudmu nggak mengangkat teleponku?”Nada bicara Agnes masih terdengar sopan, tetapi di baliknya terselip pertanyaan yang tidak memberi ruang untuk dibantah.Herman menjawab dengan tenang, "Saya baru selesai melakukan pemeriksaan. Tadi sedang membereskan ruang pemeriksaan, jadi nggak dengar ponsel berbunyi.""Baiklah, kali ini aku percaya." Agnes langsung masuk ke inti pembicaraan. "Apa anak yang dikandung Shelly laki-laki?"Herman duduk di depan meja kerjanya. "Walaupun Shelly hanya mengandung satu bayi, usia kehamilannya sudah sangat besar. Pada trimester akhir, jenis kelamin janin memang nggak semudah saat usia kandungan empat atau lima bulan.""Maksudmu, kamu masih belum bisa memastikan?" Nada suara Agnes jelas menunjukkan ketidakpuasan."Benar. Kedua kaki bayinya sedang menutup, jadi saya nggak bisa lihat." Herman menjawab terus terang. "Aku rasa Dokter Herman terlalu menjunjung tinggi moral."Ucapan Agnes jelas menyindir bahwa Herman sengaja tidak mau mengat

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 463

    "Dokter Herman, apa kamu juga membantu proses persalinan?" Saryna mendekat dan bertanya, "Nanti waktu Shelly melahirkan, apa kamu yang akan menanganinya?"Herman berdiri sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jas putihnya. "Aku nggak menangani persalinan normal. Aku hanya sesekali menangani operasi caesar.""Tenang saja. Aku akan mengatur dokter kandungan yang berpengalaman untuk mendampingi persalinan normal Nona Shelly."Saryna tampak heran. "Bukannya dokter melihat pasien itu sama saja, laki-laki ataupun perempuan? Kenapa kamu nggak menangani persalinan normal?""Nggak ada alasan." Wajah Herman tetap datar. "Maaf, aku nggak bisa menjelaskan.""Dokter Herman, aku mau minta tolong." Melihat Herman enggan menjawab, Saryna tampak sedikit kecewa.Dia segera mengganti topik pembicaraan. "Apa dokter punya kenalan di Rumah Sakit Utama Tavira?"Herman menunduk menatapnya. "Coba katakan dulu ada urusan apa.""Aku .... aku ingin mencari seseorang."Saryna sempat ragu, tetapi akhirnya

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 7

    Langkah Shelly tiba-tiba terhenti. Napasnya tertahan, wajahnya perlahan menjadi serius.“Ada apa?” Maxwell bingung. “Bukannya kamu yang minta Pak Jeffry memindahkanmu kembali?”Shelly menggeleng.“Bukan. Aku datang untuk mengundurkan diri.”Maxwell langsung menarik napas tajam.“Mengundurkan diri? K

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 19

    Hari itu, Elora benar-benar tidak ingin melihat wanita itu lagi, bahkan sedetik pun!Tidak lama kemudian, Jeffry keluar dari ruang istirahat sambil mengaitkan jam tangan abu-abu peraknya di pergelangan.“Kak Jeffry .…” panggil Elora dengan lembut.Dia dengan cepat mengembalikan ponsel ke tempat semu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 9

    Setiap kali bertemu di acara seperti ini, Harrison selalu mencari masalah dengan Jeffry.Namun karena dia bukan saingan Jeffry, dia pun memilih cara lain, yaitu mempersulit orang-orang di sekitar Jeffry.Salah satunya … Shelly.Shelly berbalik dan mengganti arah, berniat keluar lewat pintu belakang.

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 8

    Di dalam aula.Ke mana pun Jeffry pergi, selalu ada orang-orang yang mengerumuninya.Dia sedang berbincang dengan beberapa senior di dunia bisnis, sementara orang lain terus datang silih berganti untuk menyapanya.“Kak Jeffry.”Elora berjalan mendekat, lalu dengan manis menggandeng lengannya.Lengan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status