Pasti dia Cuma pikir terlalu jauh.Ujung telinga Shelly memang memerah, tetapi dalam hatinya terus meyakinkan diri bahwa pasti dirinya yang berpikir terlalu jauh.“Nggak boleh, nggak pantas.”Dia menarik seprai, memberi isyarat agar Jeffry turun dari ranjangnya, menjauh dari Jery.Namun, Jeffry tetap berbaring di sana, tidak bergerak sedikit pun. “Kenapa nggak pantas?”Secara hukum, mereka suami istri yang sah. Apa yang tidak pantas?“Shelly, kamu seharusnya paham aku.”Paham seberapa kuat staminanya, paham kemampuannya bertarung 800 ronde semalaman.Paham juga bahwa dalam hal seperti ini, kebutuhannya memang selalu besar.Baru belakangan Shelly sadar, rujuk rupanya tidak sesederhana yang dibayangkannya.Hari itu terjadi terlalu banyak hal. Dalam keadaan panik, dia sama sekali tidak memikirkan bahwa setelah rujuk, artinya mereka kembali menjadi suami istri yang sah.Dia pun lupa menetapkan dengan jelas batas kewajiban suami istri.Setelah bersama Jeffry selama bertahun-tahun, dia terla
Read more