Compartir

Bab 544

Autor: Ratih Larasati
Jeffry tertawa karena saking kesalnya. “Berarti aku harus berterima kasih padamu karena sudah menghentikan niat ibuku.”

Herman mengangkat bahu. “Ini memang harus kulakukan. Dulu kalau bukan karena dia mengancamku, aku juga nggak mungkin bantu dia memalsukan semuanya hanya untuk menipumu.”

“Aku nyaris lupa.” Senyum Jeffry seketika lenyap. “Kamu sudah jadi dokter selama ini, tapi malah nggak pernah periksa otak sendiri? Kamu sendiri nggak tahu kondisi tubuhmu?”

Herman menggaruk kepala. Raut wajahn
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (3)
goodnovel comment avatar
eas
jeffry blm umumin sdh menikah dgn shelly???
goodnovel comment avatar
Yosi Yusmita
4 bab kaa mlam ini hee
goodnovel comment avatar
Dwi Utami
mantap 8 bab semangat kak author.
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 738

    Shelly menggeleng pelan. "Aku memang berencana mengalihkan saham itu ke kamu, tapi aku pikir harus menunggu momen yang tepat."Rencananya, saham itu akan melewati tangannya dulu, baru kemudian cari kesempatan untuk diserahkan ke Saryna.Siapa sangka, Jeffry langsung menyuruh Saryna menandatangani dokumen pengalihan saham itu sendiri. Ini justru menghemat satu langkah perantara yang tak perlu."Satu hari lebih lama berarti satu peluang lebih besar untuk meleset."Jeffry menyandarkan tangan di pegangan kereta bayi, lalu mengangkat kelopak matanya menatap Shelly. "Satu panah dua target. Tapi, ada satu hal yang masih kurang sempurna. Kamu mesti meninggalkan Kota Sentara dalam waktu 24 jam."Begitu Johan menyadari bahwa yang menandatangani perjanjian itu adalah Saryna, dia pasti akan langsung mencari Shelly.Meski belum tentu bisa berbuat apa-apa pada Shelly, kedatangannya saja sudah cukup untuk mengacaukan suasana hati Shelly."Meninggalkan Kota Sentara?" Suara Saryna tanpa sadar meninggi.

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 737

    "Pak Johan, tehnya enak, bukan?" tanya Bibi Sari ramah."Memang.""Ini teh kesukaan Tuan Muda. Kalau Anda suka, nanti biar saya bungkus sedikit untuk Anda bawa pulang."Suara percakapan Bibi Sari dengan Johan mengalir dari ruang tamu.Shelly menekan rasa heran atas tingkah aneh Jeffry tadi, lalu menerima pena dari Kak Ratih dan menandatangani dokumen itu dengan cepat dan rapi.Setelah itu, Kak Ratih membawa perjanjian tersebut ke hadapan Johan."Sudah ditandatangani?" Nada Johan terdengar terkejut, disusul suara lembaran kertas yang dibolak-balik."Kalau Pak Johan sudah mendapatkan apa yang diinginkan, sebaiknya segera pamit. Sebentar lagi Tuan Muda dan Nyonya Muda masih ada urusan lain."Bibi Sari menjatuhkan kalimat pengusir itu dengan santai, seolah bukan orang yang sama yang baru saja mengobrol hangat dengan Johan beberapa menit lalu.Johan memeriksa dokumen itu berulang kali, memastikan Shelly benar-benar sudah menandatanganinya.Dia mencoba melirik ke arah ruang makan, tapi panda

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 736

    Seberkas cahaya matahari melompat melewati garis cakrawala, menerobos masuk ke kamar tidur, menyinari tiga sosok yang terlelap di sana.Pukul sembilan pagi, pintu kamar diketuk.Suara Bibi Sari menembus pintu. "Tuan Muda, Nyonya Muda."Shelly langsung membuka matanya. Baru sadar ternyata sudah pukul sembilan.Jery masih tidur. Lelaki yang entah sejak kapan ada di sisi seberang itu pun masih terlelap.Shelly turun dari ranjang dan membuka pintu. "Mereka belum bangun. Ada apa?""Keluarga Gunawan datang. Mereka mau menemui Anda." Bibi Sari menunjuk ke arah bawah.Keluarga Gunawan datang lebih cepat dari yang diperkirakan Shelly."Suruh mereka tunggu." Suara Jeffry terdengar sedikit serak, berat, khas orang yang baru setengah terjaga.Shelly menoleh. Jeffry sudah duduk tegak di atas ranjang dengan kemalasan dan keseksian yang begitu alami di wajahnya."Baik." Bibi Sari berbalik dan turun untuk menemani tamu.Setengah jam kemudian, Shelly dan Jeffry masing-masing sudah selesai cuci muka dan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 735

    "Nggak usah nunggu aku."Jeffry melihat mereka semua menoleh ke arahnya, mengira sedang menungguinya untuk makan malam.Dia melangkah mendekat sambil menggenggam ponsel, dan saat melihat Shelly menggendong Jery, ekspresinya yang biasanya keras itu tampak melunak sedikit."Aku mau telepon beberapa orang dulu. Kamu makan duluan aja."Shelly menggeleng tanpa sadar. "Aku tunggu kamu."Jeffry membungkuk, mengulurkan tangan dan mengusap lembut rambut hitam panjang Shelly. "Ya sudah, makan dulu."Ujung jarinya menyusuri sela-sela rambut itu, menyelipkan helai-helainya ke belakang telinga Shelly. Dia lalu melirik ke arah Bibi Sari. "Tolong siapkan meja makannya."Bibi Sari mengangguk cepat sambil berkata, "Baik," lalu menarik Kak Ratih ke dapur untuk menghidangkan makan malam.Kehangatan ujung jari Jeffry masih terasa samar di sisi telinga Shelly.Dia pura-pura menunduk menatap Jery, mencoba menghindari "pelukan" yang tanpa sadar diciptakan Jeffry saat dia membungkuk ke arahnya, satu tangan be

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 734

    Nana jatuh ke tangan Johan, itu sudah cukup membuktikan bahwa Rendy memang bukan tandingan Johan.Shelly nggak bisa tenang.Jeffry mengangguk pelan. "Oke, aku suruh Maxwell tetap di sana. Besok ikuti arahanku.""Baik."Hati Shelly campur aduk. Tanpa sadar, dia melirik Jeffry sekali lagi.Keluarga Gunawan bikin kepalanya pening.Jeffry bikin hatinya kacau balau.Rasa lelah tiba-tiba menyerbu. Shelly membuang semua pikiran itu jauh-jauh, yang ada di kepalanya sekarang hanya Jery. Hidup sederhana yang jadi impian orang kebanyakan, tapi di tangannya malah jadi sesuatu yang begitu sulit diraih.Royal Haven Residence.Begitu mobil berhenti, Shelly langsung mendorong pintu dan turun. Gerakannya begitu cepat sampai Jeffry hampir nggak sempat bereaksi, yang tertangkap matanya hanya bayangan punggung Shelly yang sudah lenyap ke dalam vila.Jeffry melepas sabuk pengaman, meraih ponsel dari konsol tengah, lalu menekan sebuah nomor."Besok, kamu ke rumah Keluarga Gunawan."Dari ujung telepon, suara

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 733

    Johan memaksakan senyum, pipinya hampir menempel di kaca jendela mobil, seolah masih ada yang ingin dia katakan.Jeffry menginjak gas. Bodi mobil nyaris menyerempet tubuh Johan saat melaju pergi.Johan terhuyung mundur, wajahnya pucat seperti abu. Matanya mengikuti kepergian mereka, dan firasat buruk merayap naik dari dalam dadanya."Kamu biarkan mereka pergi begitu saja?" Agnes melangkah maju, hendak memapah suaminya."Lalu mau apa?" Johan menstabilkan tubuhnya, lalu menepis tangan Agnes. "Jeffry sungguh-sungguh begitu membela dia! Apa yang harus aku lakukan, menyentuh Jeffry?"Kalau hari ini sehelai rambut Jeffry jatuh di rumah ini, seluruh aset Keluarga Gunawan pun tidak akan cukup untuk menebus konsekuensinya."Sekarang kita hanya bisa berharap Jeffry menepati kata-katanya dan nggak mengincar harta Keluarga Gunawan."Agnes berkata demikian, lalu nada suaranya mengeras sedikit, lebih yakin. "Dia seharusnya nggak akan melirik harta kita. Grup Dominion semuanya milik dia."Johan melot

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 3

    Begitu Elora masuk ke kantor, dia melihat Maxwell sedang memesan tiket.Dia langsung bertanya, “Kak Jeffry di mana? Kenapa kamu pesan tiket?”“Di ruang istirahat. Ada masalah mendadak di cabang, Pak Jeffry harus ke sana.”Belum sempat Maxwell selesai bicara, Elora sudah mengeluarkan kartu identitas

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 2

    Shelly adalah anak paling berprestasi di panti asuhan. Karena nilai akademisnya sangat baik, dia diterima di universitas top dalam negeri dengan beasiswa penuh.Di sanalah dia bertemu Jeffry.Di antara begitu banyak pria dari kalangan elit, Jeffry begitu menonjol, langsung menarik pandangannya.Awal

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 1

    Tengah malam, Shelly Malvis mengunggah sebuah foto bayi yang baru lahir, lengkap dengan keterangan: [Naik pangkat jadi Ibu! Putra sulungku!]Belum satu jam, pintu rumahnya sudah diketuk oleh mantan suami yang telah bercerai dengannya selama setengah tahun.Begitu pintu dibuka, wajah muram Jeffry lan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 9

    Setiap kali bertemu di acara seperti ini, Harrison selalu mencari masalah dengan Jeffry.Namun karena dia bukan saingan Jeffry, dia pun memilih cara lain, yaitu mempersulit orang-orang di sekitar Jeffry.Salah satunya … Shelly.Shelly berbalik dan mengganti arah, berniat keluar lewat pintu belakang.

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status