Kak Ratih segera menggendong anak itu. “Baik, kalau begitu aku masuk dulu.”Menyadari suasananya tidak beres, setelah mengangkat anak itu, dia sengaja memutar, menghindari pasangan suami istri Keluarga Gunawan.“Apa pun yang ingin kita bicarakan, pulang dulu baru bicara. Di sini ada orang lain, nggak nyaman.”Johan menatap Shelly. “Aku nggak menyangka, firasat ibumu setepat ini. Sejak awal dia memang merasa ada sesuatu yang berbeda darimu. Cepat pulang bersama kami, dia sudah menyiapkan semuanya.”Agnes mengangguk. “Barang-barang lain nggak usah dibawa. Asal kamu ikut pulang bersama kami sambil membawa anakmu, itu sudah cukup.”“Silakan duduk.” Shelly memberi isyarat agar mereka duduk di sofa.Dia mendorong dua gelas air hangat ke hadapan mereka.Johan dan Agnes saling berpandangan, lalu duduk.“Selama bertahun-tahun ini, kami memang banyak berutang padamu. Kalau ... kalau di hatimu masih ada ganjalan, kamu boleh mengajukan syarat. Apa pun itu, asalkan kamu mau pulang bersama kami!”T
続きを読む