"Maaf sudah mengganggu istirahatmu. Mungkin karena tadi sore ketiduran terlalu cepat, sekarang Jery nggak mau tidur lagi."Shelly bangkit duduk, hendak berkata bahwa dia akan mematikan lampu agar Jeffry bisa kembali tidur nyenyak.Namun, dia justru melihat Jeffry melangkah mendekat, membungkuk untuk menggendong Jery, lalu berbalik hendak keluar kamar. "Kamu tidur saja, biar aku yang urus.""Hei …." Shelly berniat mencegah, tetapi sudah terlambat.Dia hanya bisa pasrah melihat Jeffry membawa Jery pergi. Selang beberapa detik kemudian, lampu kamar Jeffry menyala. Cahayanya berpendar menembus jendela.Kemarin adalah hari pertama bekerja, sehingga malam sebelumnya Shelly memang sudah kurang tidur.Meskipun saat ini merasa tidak pantas membiarkan Jeffry mengurus Jery di tengah malam begini, pada akhirnya rasa lelah mengalahkan akal sehatnya. Dia pun berbaring dan kembali terlelap.Namun, dia justru bermimpi. Dalam mimpinya, Jery sudah tumbuh besar dan merengek menuntut seorang ayah kepadany
Read more