Ia sangat menanti kabar itu.“Tuan Daven,” suara itu berbarengan dengan ketukan di pintu ruangannya.“Masuklah.”Sosok Rio yang beberapa bulan lalu menemuinya, kembali memasuki ruang kerja dengan tatapan canggung.“Duduklah, nyamankan dirimu,” perintah Daven.“Terima kasih, Tuan Daven.”Pria itu duduk dengan tenang, mengeluarkan berkas hasil kerjanya dari tas dengan penuh hati-hati. “Silakan, Tuan Daven.” Sorot mata Rio menatap Daven percaya diri. “Terima kasih sudah memberi kepercayaan pada saya.”“Jadi ... seperti apa yang kuduga?”Rio mengangguk yakin. “Silakan Anda periksa berkas yang sudah saya pastikan kebenarannya.”Rio duduk dengan tenang, lalu membuka map hitam dari tas kerja kecil yang ia bawa. Di dalamnya ada beberapa lembar dokumen, potret, dan catatan resmi.“Saya sudah melakukan verifikasi berlapis,
Last Updated : 2026-04-25 Read more