공유

[38]

작가: Major_Canis
last update 게시일: 2026-04-24 12:00:02

“Apa kau sakit, Althea?”

Althea memegang pipinya dan menatap wanita paruh baya yang ada di depannya dengan sorot bingung. “Aku? Sakit?”

“Iya.” Yoshida tampak khawatir. “Wajahmu pucat, Althea. Apa kau kurang tidur?”

Althea akhirnya tersenyum tipis. “Kurasa seperti itu, Nyonya Yoshida. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku. Tapi aku baik-baik saja.”

Yoshida menghela lega. “Syukurlah kalau begitu. Perhat

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [181]

    “Duduklah di sini, Althea,” kata Felicia sambil melambai semangat. Ia tak menyangka Althea datang berkunjung ke ruang rawat ibunya. Meski ...“Terima kasih.” Althea tersenyum tipis. “Tapi ... Anda baik-baik saja, kan? Apa ada keluhan tersendiri?” Pertanyaan itu Althea tujukan pada Kate yang menjawab dengan gelengan.“Aku baik-baik saja. mungkin tadi hanya merasa pusing sebentar?”“Kau terlalu memaksakan diri, Mom. Perawat yang mendampingimu mengatakan hal itu,” cebik Felicia.“Tak masalah,” tukas Kate. “Aku melakukan ini untuk Josh. Tapi bagaimana keadaannya? Sudah ada perkembangan lebih jauh?”“Sementara ini belum. Tapi masa kritis Josh sudah berlalu hanya tinggal dipindahkan ke ruang rawat jika sudah memungkinkan,” papar Althea.“Syukurlah,” Kate menghela lega. “Aku senang mendengarnya.” Ia berusaha untuk bangun dari reba

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [180]

    Seorang perawat muncul tergesa dari balik pintu, wajahnya cemas. “Ada pihak keluarga Nyonya Kate Callister?”Daven dan Felicia segera berdiri serempak. “Ya, kami,” jawab Felicia cepat, sorot matanya bingung. “Beliau ibu saya.”Perawat menunduk sedikit, suaranya serius. “Nyonya Kate dalam kondisi cukup mengkhawatirkan. Tekanan darah tingginya melonjak drastis setelah mendonorkan darah. Beliau pingsan, dan saat ini sedang mendapat perawatan khusus.”“Apa?!” Daven hampir tak percaya, wajahnya pucat. “Mommy? Dia pingsan?”Felicia menutup mulutnya dengan tangan. Matanya langsung berkaca-kaca. “Ya Tuhan … Mommy.”Althea membeku di tempat. Ia memandang Daven dan Felicia, hatinya ikut terhimpit rasa bersalah. “Apa ... karena mendonorkan darah untuk Josh? Jadi keadaan Nyonya Kate memburuk?”“Bisa dibilang begitu tapi tepat tepatnya, Nyonya Cal

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [179]

    Dokter itu menatap mereka satu per satu, wajahnya serius. “Operasi penyelamatan Josh berhasil. Donor darah yang datang tepat waktu sangat membantu. Untuk saat ini, kondisinya sudah jauh lebih stabil, tapi—” ia menekankan kata terakhir, membuat semua orang menahan napas, “kami masih membutuhkan tambahan donor agar kondisi Josh tetap bisa dipertahankan.”Althea langsung menutup mulutnya dengan tangan. Air matanya kembali turun begitu saja. Tapi kali ini, rasanya kelegaan besar datang di hati. Seolah beban berat di tubuhnya terangkat begitu saja. Dan bukan hanya Althea yang merasakan hal itu, Felicia, Daven, dan Chase juga merasakan hal yang sama.Helaan lega terdengar bersamaan dan hal itu membuat dokter yang menangani Josh juga ikut tersenyum lega. Pertaruhannya di meja operasi bersama pasien serta tim dokter lainnya, benar-benar menegangkan.“Oh, Tuhan … terima kasih … terima kasih …” isak Althea. &l

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [178]

    Daven hanya bisa menatap punggung ibunya yang pergi menjauh bersama seorang perawat. Sepertinya mereka sangat terburu-buru melakukan sesuatu. Tapi apa? Apa ada hal buruk yang terjadi selama Daven tak ada di sini? Kenapa Althea tak mengatakan apa pun pada Chase? Apa lagi-lagi wanita itu menanggung banyak hal seorang diri?“Jadi ... Felicia,” Kali ini Daven menatap adiknya dengan sorot tegas. Yang membuat Felicia hanya bisa menelan ludah gugup karena Daven tak akan dengan mudah membuatnya memberi banyak alasan.“Katakan padaku, apa yang terjadi?”Felicia menunduk, bibirnya bergetar. “Daven ... dokter baru saja memberi kabar yang—“ Ia semakin menunduk. “Kau tahu, buruk sekali. Josh kehilangan banyak darah. Dia membutuhkan banyak kantung darah.”“Kalau begitu, aku bersedia memberikan darahku. Sebanyak yang dokter inginkan,” sela Daven dengan cepat. “Di mana dokternya? Aku harus menemuinya

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [177]

    “Felicia? Di mana Josh? Tidak. Bagaimana keadaan Josh?”Felicia tertegun sejenak. Ia tak menyangka jika orang yang ingin dihubungi, ternyata sudah ada di depan matanya. Meski wanita itu tampak pucat, wajahnya penuh gelisah, dan saat kate memeluk Felicia, tubuhnya gemetar hebat.“Mommy,” bisik Felicia tak percaya. “Bagaimana ... kau bisa ada di sini?”Bukannya menjawab tapi Kate malah tersedu di putrinya. “Aku tidak bisa membayangkan, Felicia. Josh… cucuku… bagaimana bisa dia terlibat dalam kecelakaan mengerikan itu? Ya Tuhan!” tangisnya semakin kencang. Ia tak peduli bagaimana penampilannya sekarang. “Aku benar-benar tak bisa memercayai hal ini. Padahal kemarin aku baru saja bertemu Josh, Felicia.”Felicia berusaha menenangkan ibunya. Ia memberi usapan lembut di punggung Kate sembari berkata. “Aku yakin tim dokter pasti akan mengusahakan yang terbaik untuk Josh. Aku dan Althea

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [176]

    Felicia yang tadinya sibuk dengan ponsel, menatap Althea dengan heran. Ia merasa pertanyaan barusan sungguh tak berguna. Ibunya pasti akan menyetujui tanpa banyak keluhan.“Kau tak perlu khawatir. Mommy pasti akan datang membantu. Toh, dia tak akan mengabaikan keberadaan Josh.”“Saya harap, segera dilakukan. Setiap detik sangat berharga bagi Josh. Mohon untuk tidak menunda waktu.”“Iya, Dokter. Saya tahu,” tukas Althea. “Tapi ... bisakah memberi waktu sedikit saja. Ada yang ingin saya bicarakan terlebih dahulu.”Baik Dokter dan perawat yang sejak tadi menunggu Althea, akhirnya mengangguk. Mereka memilih berdiskusi untuk tindakan selanjutnya, apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan nyawa pasien.“Ada apa Althea?” tanya Felicia dengan tatapan penuh tanya. Ia sampai menutup ponselnya. Di depannya, berdiri Althea yang membalas tatapan itu penuh lekat. “Kau .. masih terlihat ragu. Ke

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [48]

    Daven berdiri membelakangi ruangan, menatap ke luar jendela besar yang membentang dari lantai ke langit-langit. Kota Mighatan terlihat jelas di hadapannya. Siang hari ramai dengan lalu-lalang kendaraan, gedung menjulang tinggi, dan kesibukan yang tak pernah benar-benar berhenti. Tapi semua pemand

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [47]

    “Apa maksudnya ini?” tanya Daven dengan geramnya. Padahal tinggal sedikit lagi untuknya mengetahui, hal yang beberapa waktu belakangan mengganggu pikirannya. Bohong kalau Daven tak berharap banyak atas hasil penyelidikan Rio. Terutama tes DNA yang Daven minta lakukan secara diam-diam.

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [46]

    “Temani aku menemui produser,” kata Vanessa setengah berbisik. “Dia yang merekomendasikanku untuk ambil bagian di film ini. Aku harus menyapanya dengan benar, kan?”Daven diam saja.“Selama aku berada di Paris, kau makan dengan teratur, kan?” Vane

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [44]

    “Kenapa kau harus menjauh?”Pertanyaan itu membuat Althea menatap Chase dengan heran.“Jadi ... ini alasanmu mengundurkan diri? Menjauh dari radar Daven Callister yang mendadak datang ke tempat ini?”Althea menatap cangkir kopinya dengan pandangan koso

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status