Bai Yumeng tidak langsung menjawab dengan serius. Ia hanya menyandarkan punggungnya pada kursi, jari-jarinya mengetuk pelan permukaan meja, lalu melirik sekilas ke arah Li Mingzi.“Aku hanya ingin meminjamnya,” ucapnya ringan.Ruan Yin mengernyit. “Meminjam…?”Bai Yumeng mengangkat alis tipis. “Jangan salah paham.” Nada suaranya datar, tapi tegas. “Aku tidak tertarik pada pria brengsek. Jadi kamu tidak perlu khawatir aku akan merebutnya.”Ucapan itu langsung membuat Ruan Yin tersentak. Wajahnya memanas tanpa bisa ditahan. Ia ingin membalas, tapi kata-katanya tertahan di tenggorokan.Li Mingzi, yang berdiri di sampingnya, justru terlihat semakin bingung. Ia menggaruk kepalanya.“Pria brengsek?” gumamnya pelan. Tatapannya berkeliling, seperti benar-benar mencari orang yang dimaksud. Reaksi polos itu membuat beberapa pemegang saham yang masih berada di ruangan hampir tersedak menahan tawa.Ruan Yin menatapnya sekilas, antara kesal dan ingin tertawa.Setelah itu, proses tanda tangan kont
Last Updated : 2026-04-18 Read more