Di kediaman keluarga Ruan, Malam itu, pukul sembilan, Li Mingzi sudah berbaring di ranjang. Selimut tebal ditariknya hingga dada. "Yin Yin, waktunya kita tidur," panggilnya dengan nada riang. Tidak ada jawaban. Ruan Yin masih duduk di meja kerja kecil dekat jendela, sibuk dengan laptop dan tumpukan dokumen. Jemarinya mengetik cepat tanpa henti. Li Mingzi menguap pelan. Ia menunggu beberapa saat, lalu kembali memanggil. "Yin Yin, ayo tidur. Sudah malam." Kali ini Ruan Yin menjawab tanpa mengalihkan pandang dari layar. "Sebentar lagi." Li Mingzi mengangguk-angguk sendiri. Beberapa menit kemudian, ia membuka mata lagi. Ruan Yin masih sibuk. "Yin Yin..." "Iya, iya, sebentar." Ruan Yin bangkit dari kursi, mengambil handuk, dan berjalan cepat menuju kamar mandi. "Aku mandi dulu." Li Mingzi tersenyum puas. Ia kembali memejamkan mata, kali ini lebih nyaman. Namun mandi Ruan Yin ternyata sangat lama. Li Mingzi menunggu hingga kelopak matanya terasa berat dan tak lama ke
Last Updated : 2026-04-13 Read more