“Gong Qin itu mencurigakan,” jawab Bai Yumeng setelah berpikir cukup lama.Li Mingzi menyandarkan punggungnya, menoleh sedikit ke arahnya. “Karena dia nggak jadi marah?”“Bukan cuma itu.” Bai Yumeng menggeleng pelan. “Sifatnya jelas. Sombong, mudah tersinggung, dan sangat menjaga harga diri. Orang seperti itu biasanya akan meledak begitu saja kalau dipermalukan.”Ia berhenti sejenak, mengingat kejadian tadi.“Tapi dia berusaha menahan diri,” lanjutnya. “Bukan sekali, tapi berkali-kali. Itu bukan pengendalian emosi biasa. Terlalu dipaksakan.”Li Mingzi mengangguk kecil, menyusun potongan informasi di kepalanya.“Berarti dia sedang menutupi sesuatu,” gumamnya santai.Bai Yumeng meliriknya sekilas. “Kemungkinan besar.”Suasana kembali hening beberapa detik. Mesin mobil berdengung halus, menjadi satu-satunya suara yang terdengar.Li Mingzi kemudian tersenyum tipis, seperti baru mengingat sesuatu yang menarik.“Waktu kamu bilang ayahmu dibunuh,” katanya pelan, “Reaksinya juga aneh.”Bai Yu
Last Updated : 2026-04-25 Read more