Ruan Yin menekan pelipisnya pelan saat melangkah masuk ke kamar. Kepalanya terasa berat, efek alkohol masih tersisa, meski tidak separah semalam. Ia tahu itu karena pil yang diberikan Li Mingzi sebelum mereka pulang.Kalau tidak, mungkin ia sudah tergeletak tanpa sadar sejak tadi.Di kamarnya, Ruan Yin menoleh.Li Mingzi sudah tertidur pulas.Tubuhnya terlentang santai, satu tangan di samping, satu lagi menindih perut. Wajahnya tenang, nyaris tanpa ekspresi, seperti seseorang yang tidak memiliki beban apa pun di dunia ini.Ruan Yin berdiri sejenak, menatapnya tanpa sadar.“Aneh…” gumamnya pelan.Pria ini selalu seperti itu.Disiplin. Teratur. Bahkan di tengah kekacauan tadi malam, ia tetap bisa tidur sebelum tengah malam seolah tidak terjadi apa-apa.Ruan Yin menghela napas pelan, lalu berjalan mendekat. Ia duduk di tepi ranjang, matanya masih tertuju pada wajah tampan Li Mingzi.Ia tidak tahu apa yang sebenarnya ditanggung oleh pria ini.Sebagian besar fungsi organ tubuhnya sudah ru
Last Updated : 2026-04-28 Read more