Kaliel tidak langsung menyambut uluran tangan Joe. Alih-alih terharu, ia justru menyandarkan punggungnya ke kursi dengan santai. Sebuah senyuman tipis, setengah sinis, terukir di sudut bibirnya. Sebagai pria yang sudah kenyang dengan intrik, Kaliel tidak akan sebodoh itu langsung memercayai loyalitas instan dari seorang anak buah Laura. "Apa motifmu, Joe?" tanya Kaliel dingin, matanya menyipit, mengunci pergerakan pria di hadapannya. "Kau rela membuang karier mapan di firma hukum sebesar ini hanya demi membela sepasang kekasih yang sedang diburu masalah? Jangan bercanda." Kedua alis Joe terangkat, sedikit terkejut dengan skeptisisme Kaliel, namun sedetik kemudian ekspresinya melembut, menyiratkan luka lama. "Entahlah," sahut Joe lirih, tatapannya menerawang ke arah tumpukan berkas. "Mungkin karena saya melihat diri saya yang dulu pada posisi Anda. D
Terakhir Diperbarui : 2026-06-12 Baca selengkapnya