Pagi itu langit Carasano tampak kelabu, seolah awan mendung sengaja turun untuk membungkus kota dalam suasana muram. Tatiana menuruni tangga dengan langkah gontai. Malam itu dia mimpi buruk lagi, mimpinya selalu sama, tentang ledakan, api, dan suara Kaliel yang masih terasa begitu nyata di benaknya. Di lantai bawah sudah sibuk. Laura tampak sedang mengepak tasnya, memasukkan beberapa berkas ke dalam sana."Kau tidak pulang sepagi ini, kan?" tanya Tatiana, mencoba mengusir rasa sepi yang mendadak menyerang. Laura mendongak dan menyunggingkan senyuman. "Aku akan ke Onyx bersama Edward. Dia bilang butuh tumpangan," jawab Laura. Ada nada heran dalam suaranya. Tidak biasanya pria seperti Edward yang mandiri meminta tumpangan, apalagi dia punya kendaraan sendiri.T
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-31 Mehr lesen