"Sekarang... giliranku yang memuaskanmu," desisku pelan di dekat telinganya, membuat napasnya seketika tertahan oleh desakan gairah yang mendadak."Ah...!" Jiyoon memekik kecil. Wajahnya merah padam saat aku dengan gerakan dominan menanggalkan sisa kain yang menutupi keindahannya. Begitu rintangan itu terlepas, sepasang keindahan yang selama ini tersembunyi kini terpampang nyata. Begitu padat dan menantang, seolah menuntut perhatian penuh dariku."Sayang, kau benar-benar buas hari ini!" bisiknya dengan suara yang bergetar hebat antara rasa malu dan damba.CUP...Tanpa membiarkannya bicara lebih banyak, aku langsung menenggelamkan wajahku di sana, menikmati kelembutan yang memabukkan itu. Aku menyesap setiap inci kulitnya dengan penuh rasa lapar, memberikan sensasi yang membuat tubuhnya bergetar hebat.Beruntung sekali kau selama ini, Jangsam, pikirku sinis sambil merasai kekenyalan yang luar biasa di bawah telapak tanganku. Sensasinya seperti menyentuh sutra yang hangat, elastis, dan
Last Updated : 2026-04-08 Read more